SURAT PEMBACA

Bu Sukma, Puisi Anda Itu Jahat!

Sukmawati

Bu Sukma, Anda tak tahu syariat, atau Anda pura-pura tak tahu syariat? Bukankah Anda hidup di Nusantara, yang dibebaskan dari belenggu penjajah oleh ulama dan darah para syuhada yang berpegang erat pada syariat.

Anda tak tahu syariat atau Anda pura-pura amnesia? Lihatlah Indonesiaku dari Sabang sampai Merauke, ghirah kaum muslimin untuk kembali kepada syariat semakin menggelora pasca Aksi Bela Islam 212. Banyak ulama dikriminalisasi karena berteriak lantang bahwa solusi problematika negeri ini adalah syariat. Rezim kalap pun membuat UU Ormas untuk menghadang dakwah yang mengajak pada syariat. Hingga hari ini upaya rezim memojokkan ulama, ajaran Islam dan kaum muslimin tak berhenti demi menghalangi tegaknya syariat.

Bu Sukma, Anda tak tahu syariat atau Anda sedang bermimpi tak tahu syariat? Lihatlah di sekitar Anda, cadar dan jilbab mulai dilarang karena ketakutan rezim pada syariat. Padahal seorang muslimah menutup aurat sebagai ketundukan mereka kepada syariat. Tak sedikit dari mereka mengenakan cadar sebagai wujud rasa malu yang dianjurkan oleh syariat. Mereka tahu benar hanya dalam naungan syariat, perempuan mulia dan terjaga.

Anda tak tahu syariat atau Anda sedang bersandiwara tak tahu syariat? Padahal drama intoleransi dari orang-orang yang mengaku toleran sedang dimainkan atas negeri ini. Azan yang merupakan bagian syariat dilarang dan dibungkam hanya karena kaum muslimin kaum minoritas di suatu wilayah negeri. Bersyukurlah Anda, adzan masih berkumandang di penjuru negeri sebagai tanda bumi Nusantara masih diberkahi. Sebab adzan merupakan panggilan Ilahi sebagai penjelas antara haq dan bathil. Jika nyanyian kidung Anda anggap lebih indah dari pada lantunan adzan, mungkin kebathilan sudah tumbuh di hati. Na’uzdubillah.

Anda tak tahu syariat, tapi Anda mengaku budayawan sejati. Budayawan sejati tak akan mengingkari bahwa budaya Nusantara diwarisi oleh-oleh nilai-nilai luhur yang lahir dari syariat. Lihatlah budaya Nusantara mulai dari lagu Lir Ilir, wayang, tradisi Sekaten dan Grebek, Tari Saman, Tari Seudati, Tari Angguk, dan Tari Zapin adalah sedikit dari banyaknya budaya yang diruhi oleh syariat. Berterimakasilah karena dakwah mengajak pada syariat-Nya telah mengubah budaya dan tradisi Nusantara yang semula merupakan wujud penghambaan pada manusia dan materi menjadi penghambaan kepada Zat Yang Maha Pencipta.

Bu Sukma, Anda bukan tak tahu syariat tapi Anda tak mau diatur oleh syariat. Anda sama seperti mereka para corong liberalisme. Pemuja kebebasan yang tak mau diatur oleh syariat-Nya yang paripurna.

Bu Sukma, Anda bukan tak tahu syariat, Anda hanya tak ridha jika penerapan syariat semakin dirindu. Anda sama seperti mereka di barisan orang-orang yang menghalangi tegaknya syariat. Orang-orang yang menyimpan ketakutan dan kebencian akan tegaknya syariat di bumi Allah.

Maha Benar Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi” (QS. Ali Imran[3]: 118).

Bu Sukma, sungguh puisi Anda itu jahat! Maka segeralah bertobat, sebelum terlambat, sebelum jasad mem”busuk” di liang lahat. Wallahu’alam bishshawwab.

Ummu Naflah
Penulis Bela Islam, tinggal di Tangerang

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close