SURAT PEMBACA

Politik Demokrasi, Arah Perjuangan Para Pemuda Berhasilkah?

Ilustrasi: Aksi Mahasiswa Universitas Indonesia.

Gelar pemuda pada seseorang sangat identik untuk melakukan apapun dalam hidupnya maupun sekitarnya. Pemuda dapat digambarkan sebagai sosok yang punya semangat, dan intelektualitas yang tinggi. Sehingga berpeluang punya andil besar untuk menentukan peradaban yang gemilang. Pemuda adalah agent/pelopor perubahan, perubahan sistem, perubahan kehidupan dari kondisi terpuruk menjadi lebih baik.

Sebagai agen perubahan, pemuda dapat berkontribusi dengan sikap kritis dan rasa optimistisnya untuk mempengaruhi masyarakat dalam melakukan perubahan yang besar.

Perubahan memang identik dengan pemuda. Kalimat ini bukanlah retorika semata, namun realita membuktikan bahwa ia adalah benar adanya. Kita lihat sendiri, lengsernya Pak Harto pada 1998 dari jabatan seorang presiden adalah bukti nyata pemuda adalah agen perubahan,

Pemuda merupakan orang orang yang dinanti nanti dan diharapkan oleh masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik. Karena masyarakat paham betul karakter pemuda sangat identik dengan idealisme yang tinggi, juga jiwa jiwa militannya. Jadi dengan kata lain, masyarakat senantiasa menopang harapannya dipundak para pemuda.

Pemuda adalah penyambung lidah antara masyarakat dan pemerintah, sehingga dalam benak masyarakat suara suara pemuda pun diharapkan dapat mengkritisi atau membantu pemerintah dalam upaya perbaikan kondisi bangsa dan negara.

Maka sangat tidak heran,para pemuda pemuda yang masih memegang teguh idealisnya tadi, banyak berusara terkait terkait kebijakan kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat. Ketika sumber daya alam Indonesia >80% dikuasia asing, tenaga kerja asing yang melenggang bebas dalam negeri sedangkan warga negara Indonesia kesulitan dalam mencari kerja, ketika para koruptor mendapat hukuman yang ringan dan juga dapat melengggang bebas dalam pemerintahan, juga terkait hutang luar negeri yang makin menjerat Indonesia. Pun juga terkait dengan barang barang impor yang semakin digencarakan pemerintah. Ya, terkait permasalahan ekonomi, sosial, hukum dan pemerintahan. Pemuda menjadi garda terdepan dalam membela rakyat dan menyuarakan perubahan.

Tentu hal diatas menjadi nilai positif bagi para pemuda dengan semangat perubahannya. Sayangnya, perubahan yang senantiasa digaungkan oleh pemuda tetap menjadikan demokrasi sebagai jalan perjuangan. Tah heran juga, bagaimana pemuda pemuda saat ini didapuk oleh partai partai politik untuk memperoleh sebanyak banyaknya suara dalam pemilu. Menjadi calon-calon legislatif muda, juga menjadi penyukses hajatan besar masayarakat yaitu pemilu.

Padahal demokrasi adalah sistem rusak dan merusak, yang tidak akan pernah menjadikan sebuah perubahan yang hakiki.karena asasnya  sendiri adalah paham liberalisme (kebebasan) yang memisahkan agama dari kehidupan. Yang dari kebebasan itulah kerusakan bermunculan dalam segala aspek kehidupan.

Dibidang hukum. Tanpak jelas, keberpihakan hukum kepada yang kuat dan menindas yang lemah, dalam bidang pemerintahan, tanpak kasus korupsi yang semakin merjalela tanpa jera. Di bidang sosial, kerusakan moral, seks bebas, LGBT, pelecehan seksual semakin menjadi jadi. Dalam bidang ekonomi, maakin tampak kesejnagan antara si miskin dan si kaya.dalam bidang politik, segala cara dilakukan, mengkriminalisasi pihak lain demi mempertahankan atau meraih kekuasaan. Semua itu sangat jelas dirasakan, bahkan bukan hanya di Indonesia namun juga di negara pengusug demokrasi, Amerika.

Demokrasi juga adalah sistem kufur  yang bertentang dengan Islam. Sebab dalam demokrasi kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat, dalam demokrasi juga tidak menganggap bahwa Tuhan berhak mengatur kehidupan manusia. Padahal, jelas sekali di dalam al quran dijelaskan bahwa kedaulatan tertinggi ada ditangan Allah  (Q.S Yusuf : 40), karena Allah adalah pencipta sekaligus pengatur hidup manusia.

Dengan demikian sangat jelas, seharusnya arah perjuangan pemuda tidak dalam sistem yang tidak Allah ridhoi, karena hanya akan menjadi hal yang sia sia terbukti dengan sering bergantinya presiden RI dimulai dari Seorang insinyur, panglima TNI, professor, ulama, wanita dan bahkan yang terakhir adalah presiden yang katanya paling sederhana pun, namun tak pernah satupun bisa memberikan solusi dan menjadikan Indonesia lebih baik. Namun fakta yang ada malah sebaliknya, Indonesia makin terpuruk dalam segala bidang.

Ketika jalan yang diambil para pemuda, tetap demokrasi, sejatinya, hal tersebut tidak lain hanya akan menambah kokoh sitem demokrasi kapitalisme.

Tidak ada solusi lain, arah perjuangan pemuda haruslah mengembalikan persoalan yang ada dalam pandangan syariat Islam. Yaitu dengan mencampakkan sistem demokrasi dan menggantinya dengan sistem yang berasal dari Allah. Yaitu khilafah Islamiyah yang sudah terbukti selama kurang lebih 1300 tahun berjaya menjadi puncak masa kejayaan yang membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia, dan menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik. Oleh karena itu, saatnya para pemuda mengarahkan segala potensi yang ada atas dasar dorongan keimanan. memperjuangakan penegakan kembali Khilafah Islamiyah.

Nurindah, Amd.Keb
Praktisi Kesehatan, Aktivis Muslimah Jember

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close