SURAT PEMBACA

Lanjutkan Perjuangan Sampai Islam Menang!

Pekik takbir bergema di ruangan sidang PTUN, Jakarta Timur, begitu hakim menjatuhkan vonis ditolak seluruhnya terkait gugatan HTI mengenai pencabutan status badan hukum HTI. Diketahui banyak pihak, pemerintah telah mencabut status badan hukum HTI sejak Rabu, 18/7/2017. Sebagai korban dari disahkannya Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017.

Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto yang hadir di ruang sidang, langsung berdiri lalu memekikkan takbir berkali-kali yang secara spontan diikuti ulama, santri dan aktivis Islam di ruang sidang. Adegan heroik tersebut memicu ribuan ulama, santri dan aktivis Islam di luar gedung yang menyaksikan melalui video, berkali-kali memekikkan Khilafah (mediaumat.news, 7/5/2018).

Massa pendukung yang dihadiri oleh para ulama, asatidz, aktivis Islam,dan para santri serentak melakukan sujud syukur, tentunya bukan bersyukur atas ditolaknya gugatan tersebut. Tapi sujud sebagai bentuk kepasrahan terhadap qadha Allah Ta’ala. Sujud sebagai wujud menerima bahwa ini adalah salah satu ujian dari Allah Ta’ala. Sujud sebagai bukti keyakinan bahwa ini adalah awal kemenangan yang dijanjikan-Nya. Sujud sebagai azzam baru untuk melanjutkan perjuangan dakwah yang pasti kian berat.

Rezim zalim itulah julukan yang pantas disematkan untuk rezim saat ini. Tak hentinya menimpakan kezaliman di atas kaum muslimin. Mulai dari kriminalisasi simbol-simbol Islam, persekusi ulama dan aktivis Islam, sampai menjebloskan ulama dan aktivis Islam dibalik jeruji penjara. Dari Ustaz Alfian Tanjung, Jonru Ginting hingga Asma Dewi, mereka semua adalah corong-corong kebenaran yang menjadi korban kezaliman rezim atas kasus yang terkesan dipaksakan. Kini, hasil putusan hakim PTUN terkait gugatan HTI mengenai pencabutan badan hukum HTI, makin memperkuat bukti bahwa rezim ini rezim zalim.

Padahal jauh hari banyak pihak optimis HTI akan memenangkan gugatan ini. Karena dari rangkaian sidang di PTUN, dapat disimpulkan pemerintah gagal membuktikan kesalahan HTI. Salah satunya dibuktikan dengan tak adanya penjelasan alasan pelanggaran yang dilakukan oleh HTI dalam SK pencabutan yang dibuat pemerintah. Pemerintah pun tak dapat membuktikan pasal mana yang jelas-jelas dilanggar oleh HTI.

Tuduhan bahwa HTI menyebarkan paham yang tidak sesuai dengan Pancasila yaitu Khilafah. Juga telah dibantah oleh keterangan para saksi ahli, yang justru semakin menguatkan bahwa Khilafah adalah ajaran Islam sebagaimana Pancasila yang juga didasari oleh Islam.

Tak hanya rasa optimis banyak pihak bahwa HTI layak menang. Tapi juga mengalir banyak dukungan dari semua kalangan mulai dari ulama hingga rakyat biasa. Bahkan di linimasa, hastag #HTILayakMenang, #KhilafahAjaranIslam, #HTILanjutkanPerjuangan, #7MeHTIMenang, #IslamSelamatkanNegeri menjadi 5 top trending topic di Twitter. Luar biasa dukungan yang mengalir dari seluruh kaum muslimin. Sebagai bukti ukhuwah Islam yang diikat oleh akidah Islam yang mulia.

Tapi ternyata kezaliman rezim terus berlanjut. Kekuatan rezim ini ternyata mampu membuat ciut nyali para hakim, hingga mengetok palu ditolaknya seluruh gugatan HTI. Anehnya vonis hakim tersebut tidak relevan dengan objek sengketa. Karena keputusan hakim menolak gugatan didasari, pertama vonis hakim tersebut mempersalahkan dakwah yang merupakan kewajiban yang mulia. Kedua, mempersalahkan ajaran khilafah yang merupakan syariah Islam.

Tak hanya zalim, tampak sekali rezim ini anti juga terhadap Islam dan umatnya. Mempersalahkan dakwah bahkan mempersalahkan Khilafah sebagai bagian dari ajaran Islam menjadi bukti tak terbantahkan lagi bahwa rezim ini alergi bahkan anti Islam.

Maka tak salah jika Ustaz Muhammad Ismail Yusanto sebagai Jubir HTI mengatakan bahwa keputusan hakim PTUN yang menolak gugatan Hizbut Tahrir Indonesia sebagai tindakan memusuhi Islam dan harus ditolak. Keputusan zalim yang lahir dari rezim zalim yang diperkuat oleh peradilan yang zalim. HTI berencana mengajukan banding menanggapi keputusan zalim dari peradilan rezim zalim ini (mediaumat.news, 7/5/2018).

Ya, perjuangan dalam rangka membela agama Allah Ta’ala bukanlah perkara yang mudah. Akan selalu ada rintangan berat di hadapannya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu wa Sallam dan para sahabat melaluinya. Intimidasi, penyiksaan bahkan pemboikotan mewarnai perjalanan dakwah Rasulullah dan para sahabat. Tapi beliau juga memberikan teladan bagi umatnya masa kini, bahwa beliau senantiasa sabar dan menyandarkan setiap perkara kepada Allah Ta’ala semata.

Maka wahai saudaraku, para pengemban dakwah syariah dan Khilafah, bersabarlah terhadap ujian ini. Ingatlah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (TQS. Al-Ankabut ayat 2 ).

Tersenyumlah dan bergembiralah karena dibalik ujian sesungguhnya pertolongan Allah Ta’ala amat dekat. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (TQS. Al-Baqarah ayat 214).

Kuatkan lah azzam untuk senantiasa istiqomah melangkah di atas jalan dakwah ini, jalan yang ditempuh para Nabi dan ulama ini. Yakinlah bahwa kemenangan adalah untuk orang-orang yang yakin terhadap kabar gembira dari-Nya.

Tak perlu bersedih, sejatinya dakwah tak memerlukan legalitas dari manusia. Sebagaimana ketika Rasulullah mendakwahkan Islam di tengah penduduk Mekah, beliau berdakwah tanpa izin dari Abu Jahal maupun Abu Lahab. Tapi beliau berdakwah karena mendapat legalitas langsung dari tuhannya manusia, Zat Pemilik dan Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka wahai saudaraku, lanjutkan perjuangan sampai Allah Ta’ala memberikan kemenangan kepada Islam dan kaum muslimin, atau binasa bersamanya!

Wahai saudaraku, lanjutkan perjuangan lawan kezaliman ulah rezim zalim anti Islam! Wallahu’alam bishshawwab.

Ummu Naflah
Penulis Bela Islam, Member Akademi Menulis Kreatif

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close