SURAT PEMBACA

Aku Tahu Syariat Islam, dan Itu yang Aku Perjuangkan

Bogor (SI Online) – Di tengah-tengah hangatnya perbincangan mengenai syariat Islam yang dijadikan puisi oleh Sukmawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu, Ustaz Junjun Junudillah mengisi kajian dengan tema “Aku Tahu Syariat Islam, dan Itu yang sedang Ku Perjuangkan” pada Sabtu malam (21/4) di Masjid Alumni IPB Bogor. Kajian yang diadakan oleh komunitas dakwahyu itu secara rutin diadakan sebulan sekali selepas melaksanakan salat Maghrib berjamaah dan dilanjutkan selepas salat Isya.

Ustaz muda yang biasa disapa Ustaz Junjun itu menjelaskan hakikatnya syariat Islam itu suatu syariat yang sangat sempurna dan tidak ada kecacatan di dalamya karena dibuat oleh Allah SWT. Seperti halnya Allah menciptakan bumi dan seisinya maupun kehidupan ini, maka siapa saja yang hidup di muka bumi, patut menaati syariat Islam. Allah SWT ialah Dzat yang Maha Mengetahui, Allah mengetahui apa yang dibutuhkan oleh manusia, maka terbentuklah syariat Islam.

“Aku tau syariat Islam yang mana syariat itu menuju keselamatan, yang mana syariat itu menuntun langkah ini  menuju kesejahteraan, yang mana harus ditegakkan untuk kemakmuran, Yang aku tidak tau mengapa masih ada manusia yang tidak mau menaati syariat islam. Syariat Islam harus menjadi pedoman, dan kita harus hidup di dalamnya,” jelas Ustaz Junjun dengan gaya berpuisi Sukmawati kala itu.

Syariat Islam adalah wasilah yang dibawa rasul-rasul Allah sebagai pedoman umat manusia. Rasulullah beserta para sahabat memperjuangkan syariat Islam hingga berkorban harta, jiwa dan raganya hingga nikmatnya Islam dapat kita rasakan saat ini. Maka tugas kita pun sama sebagai hamba Allah juga harus memperjuangkan dan menegakkan syariat islam.

Ustaz Junjun kemudian mengisahkan seorang yang mempunyai harta melimpah yaitu Qarun yang Allah tenggelamkan karena Qarun tidak menjalankan syariat Islam yang dibawakan oleh Nabi Musa as. Bahkan dalam ayat Al-Qur’an, Allah ta’ala berulang kali menyebutkan tentang wajibnya seorang mukmin untuk mengembalikan setiap persoalan kepada aturan syariat Islam. di  antaranya Allah ta’ala berfirman:

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.”  (QS.Al-Jatsiyah: 18).

Syariat Islam ialah syariat yang paling mulia. Di dalamnya diatur bagaimana kita hidup bermuamalah dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Berkaca pada Kota Madinah yang menjalankan syariat islam di setiap aspeknya, kita bisa lihat bagaimana sekarang banyak orang yang berbondong-bondong ingin kesana. Lihatlah bahwa menjalankan syariat Islam membawa kemajuan bukanlah kemunduran,” tambahnya.

Mengakhiri kajian malam tadi, Ustaz Junjun mengajak kita untuk kembali kepada Al-Quran, menjalankan dan memperjuangkan syariat Islam serta senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.

rep: ummul

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close