AKHLAK

Bukan Kemiskinan yang Dikhawatirkan Tapi Dunia yang Terbentang

Begitu banyak manusia yang begitu ketakutan menghadapi kemiskinan, ujian yang satu ini kerap menjadi momok yang menakutkan. Tidak jarang persoalan ini menjadi faktor penyebab dan pemicu segala urusan, dari urusan berumah tangga, bermasyarakat sampai bernegara sekalipun tak luput dari persoalan ini.

Bagaimana tidak menjadi ambisi seluruh elemen manusia, dari tingkat awam sampai level kyai berebut soal ini, bahkan sampai berani menjual dan meninggalkan agama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَبْشِرُوْا وَأَمِّلُوْا مَا يَسُرُّكُمْ فَوَاللهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلٰكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوْهَا كَمَا تَنَافَسُوْهَا فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

“Berilah kabar gembira dan carilah apa yang dapat membuat kalian gembira. Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan terhadap diri kalian, akan tetapi yang aku khawatirkan terhadap diri kalian adalah dibentangkannya kemewahan dunia pada diri kalian sebagaimana dibentangkannya kepada orang-orang sebelum kalian, lalu kalian saling berlomba untuk mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba, sehingga harta dunia tersebut akan membinasakan kalian sebagaimana keluasan dunia membinasakan mereka.” (HR. Ibnu Majah)

Dalam hadits yang lain beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ بَعْدِيْ مَا يُفْتَحُ عَلَيْكُمْ مِنْ زَهْرَةِ الدُّنْيَا وَزِيْنَتِهَا

“Sesungguhnnya di antara yang aku khawatirkan atas kamu sekalian sepeninggalku nanti adalah terbukanya lebar-lebar kemewahan dan keindahan dunia.” (HR. Muslim)

Kita saksikan bersama-sama bahwa kondisi ini sudah mewabah diseluruh pelosok dunia, kemegahan dan kemewahan menjadi simbol keberhasilan zaman.

Diantaranya ada yang terperosok hanyut dan larut namun ada juga sedikit yang tetap istiqomah bersabar akan ujian kemiskinan, namun akhirat tetap menjadi tujuan.

Mari kita simak sepenggal kisah Sahabat yang begitu besar rasa kekhawatirannya terhadap fitnah dunia.

Ketika sahabat Sa’id bin ‘Amir al Jumahi menjabat sebagai Gubernur Hims yang sangat miskin di masa Khalifah ‘Umar ibnul Khattab rodiallahu’anhu maka Umar memberikan sekantong dinar untuknya melalui utusannya.

Pada saat Sa’id membuka isi kantong tersebut ternyata dinar maka cepat cepat ia menjatuhkan kantong tersebut dan berkata “inna lillahi wa inna ilahi roji’un” seakan terjadi suatu musibah yang besar sehingga istrinya bangun dan terkejut lalu berkata.

“Ada apa wahai sa’id ? Apakah amirul mukminin wafat ?
Sa’id menjawab “bahkan lebih besar dari itu.

Istrinya berkata ” apakah kaum muslimin dikalahkan dalam satu peperangan?
Sa’id menjawab bahkan lebih besar dari pada itu.”

Istrinya berkata lagi,”apakah yang lebih besar dari itu semua ?
Sa’id menjawab,”Dunia hendak masuk kepadaku untuk merusak akhiratku, dan fitnah menimpa rumahku.”

Istrinya berkata,”Menghindarlah darinya!” (Sementara ia tidak tahu sedikitpun tentang dinar dinar itu)
Sa’id berkata,”Apakah engkau mau membantuku untuk itu?”

Istrinya menjawab ,”ya”.
Maka Sa’id mengambil dinar-dinar itu dan membaginya ke kantong-kantong, kemudian memberikannya kepada orang orang fakir dari kaum muslimin dalam keadaan beliau adalah orang yang paling miskin di kota tersebut.

Subhanallah…

Semoga kisah diatas bisa menjadi pelajaran kepada kita agar selalu berusaha untuk tidak terlalu mencintai dunia, apalagi sampai menggadaikan akhirat demi secuil dunia, Na’udzhubillah

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close