NASIONAL

Habib Rizieq Restui Ulama 212 Temui Presiden

Mekkah (SI Online) – Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Syihab menyampaikan penjelasan terkait direstuinya para Ulama 212 untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan bertemu membicarakan penyelesaian persoalan tentang kriminalisasi ulama dan aktivis.

Melalui pesan tertulisnya, Kamis (26/4), Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 itu menjelaskan dengan gamblang alasannya.

“Saya restui mereka karena saya selalu menghargai “Dialog & Musyawarah,” tulis Habib Rizieq membuka penjelasannya.

Habib Rizieq mengatakan, restu tersebut diberikan kepada mereka, karena dirinya memiliki prinsip bahwa dialog dan musyawarah harus dikedepankan sebagai bagian dari dakwah.

“Saya restui mereka karena saya juga punya prinsip bahwa “Amar Ma’ruf Nahi Munkar” wajib dilakukan langsung di hadapan Presiden,” ujar Habib Rizieq.

“Saya restui mereka karena saya yakin bahwa Presiden memang harus diingatkan dan ditagih janjinya, serta diberi peringatan bahwa “Kriminalisasi Ulama & Aktivis Islam” adalah merupakan “KEJAHATAN BESAR,” tegas Imam Besar Front Pembela Islam (FPI).

Selain itu, restu Habib Rizieq juga didasari keyakinan bahwa Presiden Jokowi mendapat laporan yang tidak benar dari bawahannya, sehingga harus ada yang berikan informasi yang sebenarnya.

Lebih lanjut, Habib Rizieq menilai bahwa kunci penyelesaian kriminalisasi ulama dan aktivis ada pada diri Presiden.

“Saya restui mereka karena saya paham bahwa kunci untuk menghentikan politik “Kriminalisasi Ulama & Aktivis 212″ yang terjadi selama ini ada di tangan Presiden,” tutur Habib Rizieq.

“Saya restui mereka karena saya tidak akan putus asa untuk berjuang terus melawan & menghentikan politik keji & jahat yang bernama “Kriminalisasi Ulama & Aktivis Islam”,” tegas Habib Rizieq.

Menanggapi opini yang berkembang di masyarakat soal ulama mendatangi penguasa, Habib Rizieq menilai hal itu bukanlah hal yang tercela.

“Saya restui mereka karena saya mengerti bahwa mendatangi Umaro untuk Da’wah & Hisbah tidak tercela, bahkan menjadi “KEWAJIBAN AGAMA”,” jelas dia.

Terakhir, terkait terkuaknya pertemuan tersebut, Habib Rizieq menegaskan hal itu tidak akan menganggu perjuangan yang sedang berjalan, bahkan menambah semangat perjuangan.

“Saya restui mereka karena saya pengalaman bahwa selama yang kita sampaikan adalah “Kalimat Haq di hadapan Umaro”, maka walau pun direkam & diviralkan oleh siapa pun tidak akan menghancurkan perjuangan, bahkan justru semakin mengobarkan semangat & memperkuat posisi juang,” pungkasnya.

red: adhila

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close