#Ijtima GNPF UlamaNASIONAL

Ijtima Ulama Diharapkan Menjadi Pemicu Bersatunya Kekuatan Politik Umat Islam

Bogor (SI Online) – Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban menyambut baik rencana digelarnya Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional pada akhir Juli 2018 mendatang di Jakarta.

Kaban berharap, Ijtima Ulama akan menjadi pemicu agar seluruh kekuatan umat Islam bersatu dalam rangka memperkuat semangat persatuan Indonesia. “Karena ulama adalah cahaya penerang dan memotivasi seluruh umat agar dapat berpegang teguh pada keimanan sehingga dengan semangat Ummatan Wahidah (umat yang satu) seluruh umat Islam bisa berpartisipasi untuk menjalankan kewajiban-kewajibannya untuk melaksanakan agenda nasional terutama dalam pileg dan pilpres,” ujarnya kepada Suara Islam Online, Rabu (18/7/2018).

Menurutnya, Ijtima Ulama adalah agenda penting untuk menyadarkan umat tentang politik dan memiliki keberpihakan dalam menentukan pilihannya sesuai dengan keyakinan dan keimanan di tengah-tengah banyaknya partai politik di Indonesia saat ini. “Artinya juga umat Islam agar tidak menyia-nyiakan hak politiknya dan suara politiknya tidak tercerai berai,” jelas Kaban.

Mantan Menteri Kehutanan itu juga berharap, dengan digelarnya Ijtima Ulama ini seluruh kekuatan politik yang bernaung di bawah bendera semangat keagamaan itu benar-benar mematuhi tuntunan ulama dalam menggerakkan program pembangunan di Indonesia. “Sehingga seluruh komponen bangsa menyadari bahwa perintah atau arahan hasil Ijtima Ulama nanti agar seluruh partai politik konsisten terhadap amanat UUD 45 pasal 29 ayat 1 bahwa dalam membangun Indonesia harus merujuk pada nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila khususnya sila Ketuhanan yang Maha Esa,” kata Kaban.

Kepada partai politik (parpol) yang akan dirangkul dalam Ijtima Ulama nanti, Kaban berpesan bahwa mereka harus mengedepankan tujuan agar bangsa ini lebih memiliki karakter yang religius sehingga menjadi bangsa yang kuat dalam mencapai keadilan dan kemakmuran.

Kaban yang saat ini ikut menjadi calon anggota legislaitif melalui PBB untuk DPR RI dapil Kabupaten Bandung menegaskan bahwa Ijtima Ulama harus dapat mengikat parpol dalam menentukan capres maupun cawapres sehingga seluruh parpol yang ingin bergerak bersama ulama itu tidak ada dikotomi bahwa ulama hanya menyangkut masalah persyaratan-persyaratan capres dan cawapres.

“Ijtima Ulama harus ikut mengukuhkan siapa capres dan cawapres yang paling tepat dan itu harus dapat mengikat parpol yang sepaham dengan rumusan hasil ijtima nanti. Ini penting agar ijtima tidak dianggap sekedar stempel atau alat pembenaran, tetapi ijtima juga sekaligus untuk menuntut para politisi yang berkoalisi itu patuh kepada hasil keputusan ulama itu sendiri, sehingga ini betul-betul menjadi pemersatu,” tandas Kaban.

red: adhila

ARTIKEL TERKAIT

Back to top button
Close
Close