Suara-Islam.com - Situs Berita Islam Terdepan - Muslim Papua Kurang Diperhatikan
Depan arrow Berita arrow Muslim Papua Kurang Diperhatikan
Muslim Papua Kurang Diperhatikan PDF Cetak E-mail
Saturday, 23 August 2008

ImagePersepsi yang keliru tentang Islam Papua atau Irian memang sedikit banyak berpengaruh terhadap perkembangan dakwah di sana. Karena minimnya pengetahuan sejumlah lembaga Islam tentang Islam di Irian, akhirnya mereka kurang memperhatikan dakwah di daerah ini. Seolah-olah klaim bahwa Irian itu adalah Kristen benar adanya.

Sementara di pihak lain, para misisonaris makin menggencarkan misi Kristennya terutama di pegunungan dan pedalaman. Dengan dukungan dana dan fasilitas yang sangat memadai mereka terus bekerja tak pernah lelah mengabarkan Injil ke seluruh penduduk Irian.

Akhirnya orang-orang Irian yang tinggal di daerah pengunungan, yang dulunya Muslim banyak yang murtad dan menjadi Kristen. ”Itu adalah akibat lemahnya pembinaan Islam di daerah itu akibat tidak adanya sarana yang memadai untuk pembinaan dakwah di daerah pegunungan,” ujar Sirojudin, da’i asli Irian.

Karena itu agar opini ini tidak terus berlanjut maka perlu ada tulisan untuk membukanya,  bahwa dalam sejarah Islam di Nusantara, Islam juga masuk ke Irian. ”Dengan menguak tabir Islam di Irian, itu akan memberikan dampai positif  bagi perkembangan Islam di Irian,” tandas Toni Victor M Wanggai.

Historigrafi Islam di Indonesia itu, kata dia, memang belum banyak menyinggung  Islam masuk di Irian. Kebanyakan sejarah Islam itu baru sampai Maluku. Akibatnya banyak orang yang tidak  tahu bahwa sebenarnya Islam lebih awal masuk di Irian dibandingkan Nasrani. ”Meski sudah awal masuk ke Irian, namun sayang penyebarannya tidak dilakukan dengan manajemen organisasi dakwah yang baik. Hanya melalui kekuasaan politik dari Sultan Tidore tapi tidak dibangun dengan struktur dakwah yang efektif.” ujarnya lagi.

Sementara itu, lanjut dia, Kristen datang lebih belakangan yakni abad ke 19, tapi mereka memiliki manajemen dakwah yang terorganisir sehingga Kristen lebih cepat tersebar di Irian.

Karena itu ke depan yang  perlu dilakukan kaum Muslimin adalah memperbaiki manajemen dakwah, terutama organisasi dakwah, agar lebih modern terutama yang ditunjang oleh fasilitas, seperti transportasi dan alat komunikasi. ”Mengenai transportasi kita lemah sekali dibanding misionaris, sampai saat ini. Padahal kondisi Irian secara geografis dan topografis sangat sulit ditempuh antara satu daerah dengan daerah lain. Sementara mereka itu bisa menjangkaunya dengan pesawat terbang,” terangnya.

Hal sama juga disampaikan oleh Ahmad Nausrau, ketua MUI Kabupaten Kaimana. Ia mengimbau kaum Muslimin di luar Irian untuk memperhatikan saudaranya Muslim di Irian. ”Harus ada kepedulian terhadap umat Islam di Irian,” ujarnya.  Dan yang pertama yang perlu dilakukan oleh umat Islam adalah menghilangkan image bahwa Irian itu adalah Kristen. [pendi, laporan dari papua/tabloid suara islam edisi 43/www.suara-islam.com]

Comments (2)Add Comment
...
written by kurniadi, April 29, 2009
itu sebenarnya ujian buat muslim papua,memang mereka masih mengikuti adat2 mereka yang kental...pakaian dll,mereka bisa berubah karena mereka ingin berubah sendiri.,kasian ya yang murtad.
...
written by yudas, May 22, 2009
sesuatu yang baik di kerjakan dengan cara yang baik akan menghasilkan hasil baik pula. jalan halal lebih baik buat pace abunawas fadhlan gharanatan abunawqas

Write comment
smaller | bigger

busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 

fui