MAHASISWA

Islam Jawaban atas Penantian Umat

Jika disuruh menyebutkan macam-macam ideologi di dunia pasti kebanyakan orang tidak akan menyebut islam sebagai ideologi. Islam hanya dianggap sebagai agama ritual saja. Di negeri kita yang mayoritas muslim terbesar di dunia pun demikian. Yang diakui sebagai ideologi justru Pancasila, sedang Islam disejajarkan dengan agama-agama yang berkaitan dengan keyakinan dan ibadah saja. Seolah Islam miskin dari solusi kehidupan dan tidak mampu memberi aturan menyeluruh dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sungguh pengkerdilan keji terhadap Isalm. Lihat saja, tak ada satupun paslon gubernur, wali kota, bupati yang menjajakan solusi kehidupan dari Islam. Begitulah. Islam diberi baju kekecilan yang membuatnya sangat tidak mulia. Pelakunya, umatnya sendiri yang lupa akan mulia dan sempurnanya Islam.

Sebaliknya ideologi selain Islam banyak dikenal masyarakat termasuk kaum muslimin, yaitu Kapitalisme dan Sosialisme/Komunisme. Ideologi kapitalisme adalah ideologi yang kelahirannya disebabkan karena adanya penindasan kaum gereja terhadap rakyat. Kaum gereja yang menjadikan nama Tuhan sebagai legislasi raja/kaisar mengambil semua kebijakannya. Kebijakan tersebut sering sekali merugikan banyak rakyat, seperti untuk mencekik rakyat dengan pajak segunung, menentukan ilmu pengetahuan dan kebenaran, dan aturan lain yang merugikan manusia banyak. Hal itu terus terjadi sehingga rakyat banyak yang menderita dan akhirnya kebijakan gereja dilawan oleh rakyat. Inilah yang menyebabkan kaum gereja dilarang untuk mengatur urusan dunia. Kaum gereja hanya diizinkan mengatur urusan gereja saja. Bahkan diberi negara mandiri bernama Vatikan untuk mengatur urusan gereja seluruh dunia, lepas dari aturan negara Italia. ide seperti ini kemudian melahirkan sebuah ide dasar yakni Sekulerisme yaitu pemisahan antara kehidupan dan agama. inilah ide dasar atau asas kapitalisme.

Karena ide dasarnya adalah sekulerime, seluruh perbuatan manusia tidak lagi diatur oleh Tuhan melainkan diatur sebebas-bebasnya oleh manusia. Dari sinilah dikenal pula adanya kebebasan (freedom). Inilah yang menjadi metode ideologi ini untuk berbuat. Berbuat sekehendak manusia tanpa peduli apa dan bagaimana. Manusia yang berkehendak pun hanya para pemilik kapital, orang-orang kaya berlimpah yang serakah. Sehingga mereka juga bebas untuk menjajah seluruh negeri-negeri yang ada di dunia, mereka sungguh serakah karena kebebasan mereka. Tolok ukur kebahagiaan bagi mereka pun adalah meraih sebanyak–banyak materi berupa pangkat, kedudukan, pujian, dll. Itulah kapitalisme yang menjadi ideologi terkuat di zaman sekarang. Dipimpin oleh Amerika dan didukung negara-negara sekutunya.

Ideologi Sosialisme/Komunisme muncul sebagai reaksi dari kesenjangan kaya-miskin yang menganga. Karena semenjak lahirnya ideologi kapitalis, di benak manusia muncul sebuah pemikiran bahwa mengapa Tuhan diam saja padahal aturanya tidak digunakan, bahkan mereka menganggap Tuhan tidak lagi ada dan tak juga diperlukan untuk menjadi jawaban. ide inilah yang menjadi ide dasar dari ideologi ini. Tuhan tidak ada, manusia itu ada dengan sendirinya karena manusia adalah materi sehingga sama dengan materi lain yang ada dengan sendirinya. Inilah materialisme yang menjadi asas komunisme/sosialisme.

Ideologi ini tidak ada lagi dalam bentuk negara, tidak seperti kapitalis yang pengembanannya dipimpin oleh Amerika Serikat. Karena ideologi komunisme sudah hancur pada tahun 1991 setelah Uni Soviet kalah tanding dengan Amerika dan sekutu. Meskipun demikian, individu yang berpaham komunisme masih beredar di sekitar umat Islam, meskipun Rusia, Cina dan Korea Utara yang mengaku berideologi komunisme nyatanya menunduk pada kuasa AS.

Ideologi komunisme tak berusia panjang karena kegarangannya kepada rakyat. Lambat laun masyarakat sendiri yang muak dan memberontak meninggalkannya. Selanjutnya ideologi kapitalis yang saat ini tengah berkuasa dan diemban oleh negara adidaya Amerika Serikat dan dijadikan sebagai pengikat ekonomi dan politik di negara-negara jajahannya. Nyatanya, penerapan kapitalisme hanya membuat rakyat semakin menderita. Banyak problematika umat yang terjadi karena aturan yang diterapkan memang aturan buatan manusia yang lemah dan terbatas. Sangat tidak mungkin manusia bisa mengatur dirinya sendiri dengan aturan yang dibuatnya sendiri. Akibatnya, seluruh negara di dunia mengalami kerusakan seperti saat ini. Termasuk negara kita Indonesia.

Umat saat ini merindukan suatu jawaban atas penantian yang ditunggu-tunggu. Bahwa, kedamaian, ketenangan, kesejahteraan dan ketentraman akan ada dalam hidupnya. Sayangnya, harapan itu hanya akan menjadi mimpi dalam sistem yang sekarang. Ibarat punguk yang merindukan bulan. Maka, umat harus membuka mata dan hatinya agar mau melihat suatu sistem yang memang sudah terakreditasi dari langit. Dari sang Pencipta dunia ini. Dialah Islam.

Islam merupakan ajaran yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai akidah yang melahirkan sebuah sistem, ideologi Islam mempunyai proses yang berbeda dengan Kapitalisme maupun Sosialisme. Jika realitas kehidupan dan akal manusia merupakan satu-satunya sumber bagi kapitalisme dan komunisme untuk melahirkan sistemnya, sementara Islam berbeda dengan keduanya.

Sistem Islam lahir dari sumber yang tetap dan bebas dari cacat manusia, yaitu nash-nash syara’ yang tetap, Al Quran dan As Sunnah, serta apa yang ditunjukkan oleh keduanya sebagai sumber sistem yang layak, yakni Ijma’ Sahabat Rasulullah saw. dan Qiyas. Semua masalah dan krisis kehidupan dapat diselesaikan oleh Islam. Caranya dengan memahami nash-nash tersebut, memahami realitas atau masalah yang terjadi dalam kehidupan lalu digali hukum untuk diterapkan pada realitas itu. Jika realitas sudah dengan nash, berarti hukum yang terdapat dalam nash tersebut merupakan hukum atas realitas itu. Itulah hukum syara yang digali oleh para mujtahid lewat proses ijtihad. Dengan mekanisme ini, masalah sepelik dan sebaru apapun, di belahan bumi manapun dan terjadi di masyarakat semodern apapun, akan tetap dapat diselesaikan secara tuntas dan benar. Tuntas dan benar karena berdasar wahyu yang telah sempurna turun semuanya untuk manusia. Itulah hebatnya ideologi Islam.

Dengan mekanisme ini, sistem Islam tidak perlu mengalami perubahan sepanjang waktu dan tempat. Pada waktu yang sama, di setiap waktu dan tempat akan lahir para ahli hukum Islam (fuqaha/mujathid) yang akan mampu menggali hukum (ijtihad) dari nash-nash tersebut untuk menyelesaikan berbagai persoalan baru yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Adapun sistem yang lahir dari akidah Islam adalah sistem yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan dirinya sendiri. Sistem tersebut meliputi dua aspek.

Pertama, akidah dan penyelesaian masalah (mu’âlajah li masyâkil al-insân), yang meliputi, ibadâh, seperti shalat, puasa, zakat, haji dan jihad; mu’âmalah-uqubat seperti sistem pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan, dan politik luar negeri; serta akhlâq.

Kedua, metode (tharîqah), baik untuk menerapkan Islam, seperti Khilafah Islam, atau menjaga Islam, seperti sanksi hukum (‘uqûbât) yang diterapkan oleh Khilafah Islam, ataupun menyebarluaskan Islam, seperti dakwah dan jihad yang diemban oleh Khilafah Islam.

Dengan Islam diterapkan maka umat akan kembali bangkit dan berjaya sehingga umat benar-benar sejahtera. Dengan ideologi Islam tidak akan terjadi banyak problematika umat seperti sekarang ini. Hanya Islam satu-satunya ideologi yang memang cocok diterapkan bagi manusia karena ideologi berasal dari Al-Kholiq, pencipta manusia. Islam merupakan jawaban atas penantian umat. Dengan Islam maka harapan dan penantian umat akan teraih. Maka apa yang ditunggu umat ini, bila bukan kembali kepada ideologi Islam yang lama dinantikan?

Elda Widya
Mahasiswa Matematika Unair Surabaya

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker