INTERNASIONALKABAR

Istanbul Tuan Rumah Pertemuan Khusus OKI untuk Palestina

Deklarasi Istanbul akan memberi pesan kuat terhadap dunia atas kekejian Israel terhadap Palestina

Istanbul (SI Online) — Turki sebagai Ketua (saat ini) dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) akan mengadakan pertemuan darurat  untuk membahas tindakan bersama terhadap Israel terkait pembantaian di Gaza baru-baru ini.

Pertemuan luar biasa di Istanbul yang diselenggarakan Jum’at (18/5) atas seruan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan diperkirakan akan memberikan pesan yang kuat terhadap dunia menanggapi kekerasan Israel yang menewaskan sedikitnya 62 orang Palestina dalam aksi unjuk rasa massa di sepanjang perbatasan timur Gaza pada Senin lalu.

Dilansir Anadolu (18/5), Sejumlah pemimpin negara termasuk Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah, Raja Yordania Abdullah II, Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Afghanistan Ashraf Gani, Emir Kuwait Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah dan Presiden Mauritania Mohammad Veled Abdulaziz diperkirakan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Wapres Jusuf Kalla akan hadir dalam pertemuan ini.

Deklarasi akhir akan dirilis pada penghujung pertemuan. Juru bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan, pertemuan luar biasa OKI akan fokus pada langkah-langkah yang harus diambil untuk memobilisasi komunitas internasional mengakhiri penindasan terhadap warga Palestina.

Kalin dalam sebuah pernyataan tertulis pada Kamis mengatakan pendudukan Israel dan masalah Palestina bukan hanya masalah bagi negara-negara tetapi merupakan “masalah umum bagi semua orang yang percaya pada hukum dan keadilan”.

“KTT akan fokus pada sikap dan tindakan yang akan diambil oleh negara-negara Islam dalam solidaritas dan kerja sama dengan Negara Palestina dan rakyatnya untuk membela tuntutan Palestina dan Yerusalem,” tambah Kalin.

Sedikitnya 62 warga Palestina tewas dan lebih dari 3.000 lainnya luka-luka di Gaza pada Senin setelah pasukan Israel menembaki para demonstran yang memprotes peringatan 70 tahun berdirinya Israel — perisitiwa yang disebut Nakba (malapetaka) oleh orang Palestina — dan memprotes peresmian Kedutaan Besar AS di Yerusalem. Sejak awal aksi unjuk rasa di Gaza pada 30 Maret, pasukan Israel sudah menewaskan lebih dari 100 demonstran Palestina.

Sidang ini diharapkan dapat membantu para pemimpin Muslim untuk menentukan sikap yang jelas melawan Israel. Deklarasi final akan diumumkan setelah pertemuan.

Protes di Gaza pada Senin bertepatan dengan peringatan 70 tahun berdirinya negara Israel secara sepihak — yang oleh orang Palestina disebut sebagai Nakba atau Malapetaka — juga relokasi kedutaan besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak protes Gaza berlangsung pada 30 Maret, lebih dari 100 pedemo Palestina telah menjadi martir akibat tembakan pasukan penjaga perbatasan Israel. Pekan lalu, pemerintahan Israel mengklaim protes di perbatasan ini sebagai “perang” sehingga hukum-hukum kemanusiaan internasional tidak berlaku.

Sumber : Anadolu

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close