SURAT PEMBACA

Jangan Nilai Seseorang Hanya atas Kepandaian Baca Alquran

Tidak jarang kita temui di ‘zaman now’, banyak orang pandai baca Quran namun tak tahu makna yang terkandung dan bagaimana mesti mengamalkannya. Bacaan Quran tidak melewati sampai kerongkongan apalagi sampai ke hati. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَخْرُجُ نَاسٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، ثُمَّ لاَ يَعُودُونَ فِيهِ حَتَّى يَعُودَ السَّهْمُ إِلَى فُوقِهِ

“Akan keluar manusia dari arah Timur dan membaca Al Qur’an namun tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka melesat keluar dari agama sebagaimana halnya anak panah yang melesat dari busurnya. Mereka tidak akan kembali kepadanya hingga anak panah kembali ke busurnya” (HR. Bukhari)

Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah menjelaskan, maksud bacaan Al Qur’an tidak melewati kerongkogan adalah tidak diangkat kepada Allah, tidak ada nilainya di sisi Allah. Jika kerongkongan saja tidak terlewati, maka tentu ia tidak akan sampai ke hati.

Tak hanya tilawahnya tak melewati kerongkongan, tak hanya tilawahnya tak sampai ke hati, tak hanya tilawahnya tidak berpahala, tak hanya tilawahnya tidak bernilai di sisi Allah, namun orang yang disebutkan dalam hadits tersebut juga keluar dari agama sebagaimana melesatnya anak panah dari busurnya.

Lalu, siapakah orang yang dimaksud dalam hadits tersebut? Secara khusus menurut Ibnu Hajar, orang-orang tersebut adalah orang-orang khawarij dan secara umum adalah orang-orang munafik.

Orang-orang khawarij adalah orang-orang yang mengkafirkan Ustman bin Affan radhiyallu ‘anhu dan meyakini bahwa ia bisa dibunuh dengan haq. Mereka mendukung Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu hingga terjadinya tahkim di Shiffin. Kaum khawarij menolak tahkim dan kemudian mengkafirkan Ali bin Abu Thalib.

Sedangkan orang-orang munafik, pada hakikatnya mereka tidak termasuk orang-orang beriman karena hanya mengucapkan keimanan secara lisan sedangkan hati mereka mendustakan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣُﻨَﺎﻓِﻘِﻲ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻗُﺮَّﺍﺅُﻫَﺎ.

“Sesungguhnya kebanyakan orang-orang munafiq yang menyusup di tengah-tengah umatku adalah para ahli baca al-Qur’an.” (HR. Ahmad no. 6633)

Al-Imam Umar bin Abdillah Ibnu Abdil Barr rahimahullah menjelaskan:

حسبك بما ترى من تضييع حدود القرآن وكثرة تلاوته في زماننا في الأمصار مع فسق أهلها.

“Cukuplah bagimu yang menjelaskan hal itu dengan apa yang engkau lihat berupa pelanggaran batasan-batasan yang ditentukan oleh al-Qur’an, dan banyaknya al-Qur’an dibaca pada zaman kita di berbagai negeri oleh orang-orang yang fasiq.” (Al-Istidzkar, jilid 2 hlm. 501)

Makanya tidak heran jika akhir zaman ini terlihat ada orang orang pandai baca Quran tapi otaknya nyeleneh, memakai atribut Islam tapi menghina Islam, bahkan berpredikat kyai tapi membela musuh musuh Islam. Na’udzhubillah..

Semoga Allah Ta’ala naungi kita dengan Rakhmat dan HidayahNya, agar tidak masuk dalam barisan kelompok orang orang munafik.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker