INTERNASIONAL

Kembali Bikin Ulah, Politisi Anti Islam Belanda Buat Lomba Kartun Nabi

Amsterdam (SI Online) – Politisi anti-Islam Belanda, Geert Wilders mengadakan kompetisi kartun Nabi Muhammad SAW di kantor parlementer partainya.

Partai Kebebasan (PVV) mengatakan, kompetisi ini telah disetujui oleh badan kontra-terorisme negara. PVV – partai Geert Wilders bernaung – juga pernah menyerukan pelarangan Alquran di Belanda.

Bertindak sebagai juri dalam kompetisi tersebut adalah kartunis asal Amerika Bosch Fawstin. Ia adalah pemenang kompetisi serupa di Texas tiga tahun lalu, dan pernah menjadi target dua pria Muslim bersenjata.

Bagi umat Muslim, pengilustrasian Nabi Muhammad merupakan penghinaan. Sementara kartun-kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad sebelumnya telah memancing reaksi keras.

“Kebebasan berbicara terancam, terutama bagi para kritikus Islam,” kata Wilders. “Kami tak akan menerima hal itu, dan kebebasan berbicara adalah kebebasan kita yang paling penting.”

Politisi ultra kanan itu menilai, Islam lebih sebagai ideologi politik totaliter daripada agama. Ia konsisten menyuarakan penutupan masjid dan sekolah-sekolah Islam, serta melarang para imigran Muslim masuk ke Belanda.

Pada tahun 2016 lalu, Wilders pernah dihukum karena menghasut kebencian dan diskriminasi. Tahun 2008, ia juga membuat kontroversi dengan membuat film “Fitna” yang menghina Islam.

Wilders juga mengunggah pamflet kompetisi di akun instagram pribadinya. Ia mengatakan, “Muhammad masuk parlemen. Untuk pertama kalinya, kompetisi kartun Muhammad akan digelar oleh gedung parlementer.”

“Aku akan mengumumkan tanggalnya dengan segera. Silahkan kirim kartun Anda ke: muhammadcartoons@pvv.nl,” imbuhnya.

PVV sebagai partai oposisi di Belanda mengatakan, kompetisi kartun Nabi Muhammad akan digelar pada musim gugur mendatang. mereka mengklaim kompetisi telah mendapat lampu hijau dari badan kontra-terorisme NCTV.

Partai ini juga menawarkan hadiah sebesar 5.000 Euro untuk pemenang kompetisi.

red: adhila/dbs

Tags
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker