NASIONAL

Masalah Kehidupan dan Solusinya

Bogor (SI Online) – Hidup kita dari waktu ke waktu tidak bisa lepas dengan masalah. Besar atau kecil, ringan atau berat, semua orang yang hidup pasti pernah mengalami masalah dalam kehidupannya. Beberapa dari masalah itu bisa dihindari atau diselesaikan dengan baik sementara sebagian lainnya merasa tertekan dengan masalah yang dialaminya. Dalam Islam, masalah merupakan ujian untuk meningkatkan kualitas iman seorang mukmin dan meninggikan derajatnya di mata Rabbnya.

“Jika kita pelajari jenis masalah itu ada dua, yaitu masalah pribadi dan masalah sosial. Masalah pribadi yang berkaitan dengan diri kita sendiri. Misalnya masalah futur iman, malas, tidak mendapatkan perkerjaaan, maupun masalah keluarga. Sangat rugi jika hidup kita habis hanya menyelesaikan masalah pribadi. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 30 Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Allah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah atau seseorang pemimpin di bumi, maka sudah selayaknya kita bisa menanggapi segala permasalahan yang ada dengan bijak.” jelas Supardi Lee dalam sebuah kajian di Masjid Alumni IPB Bogor, Sabtu lalu (28/4).

Pria yang dikenal sebagai motivator Islami itu menambahkan, jenis masalah yang kedua yaitu masalah sosial yaitu masalah antara diri kita sendiri dan interaksinya dengan orang lain maupun lingkungan sosialnya.

“Jika kita lihat kondisi di negeri ini yang semakin mengkhawatirkan dimana agama dinistakan, moral yang rusak, korupsi menjadi sebuah budaya hingga kondisi perekonomiannya dengan hutang negara mencapai 4000 trilliun. Hal tersebut merupakan contoh dari masalah sosial yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.

Berkaca dengan kehidupan Rasulullah, setelah menikah Rasulullah telah menyelesaikan masalah personalnya dengan baik. Lalu Rasulullah melihat kondisi masyarakat, dimana waktu itu ada banyak kezhaliman dan kekufuran. Kemudian Allah memberikan solusi dengan mengangkat Nabi Muhammad menjadi rasul dan membawa risalah Islam yaitu alquran. “Dan Alquran bukanlah sebuah fiksi melainkan menjadi sumber solusi dari permasalahan hidup ini,” jelas Supardi.

Ia kemudian memaparkan beberapa sumber dari masalah, yang pertama adalah maksiat. Maksiat merupakan perbuatan yang mengakibatkan dosa dan menjadi sumber masalah umat islam yang paling utama. Akibat dari bermaksiat kepada Allah SWT akan membuat tidak tenangnya hati, rejeki yang tidak lancar, hingga hidup menjadi berantakan. “Bahkan jika melakukan maksiat yang melampaui batas Allah akan jatuhkan derajatnya dan berhati-hatilah dengan istidraj,” imbuhnya.

Menurutnya, solusi agar terhindar dari perbuatan maksiat yaitu taat kepada Allah SWT dan senantiasa beristighfar mohon ampunan kepadaNya. Taat disini dalam arti luas dengan menjauhi segala laranganNya dan mengerjakan perintahNya, misalnya sholat yang tepat waktu. Selanjutnya dengan memperbanyak membaca alquran. Itulah kedekatan paling utama antara seorang mukmin dan Rabbnya, jika kita sudah dekat segala yang kita inginkan pasti akan dikabulkan oleh Allah bahkan hanya dengan membatin saja. Selain itu perbanyaklah bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW minimal 1000 kali.

“Maka jika kita membiasakan melakukan itu semua, Allah yang akan mengatur hidup kita menuju keridhoanNya. Sesungguhnya Allah sudah memberikan cara hidup yang mudah, untuk mendapatkan dunia sekaligus akhirat dengan berdzikir hati kita akan tentram. Janganlah menjadikan urusan dunia menjadi fokus hidup, tetapi perbanyaklah mengingat Allah dan akhirat,” tegas Supardi.

Masalah yang kedua, lanjut dia, yaitu pelit. Jika kita lihat latar belakang orang sukses dan orang yang kaya, rejeki datang dari mana saja hanya satu rahasianya yaitu dengan menghindari pelit. Solusi agar tidak menjadi diri yang pelit adalah dengan suka memberi. Rasulullah SAW bersabda bahwa tangan diatas itu lebih baik dari tangan di bawah. Ingatlah bahwa harta benda itu semua hanyalah titipan dan dalam keadaan merugi jika tidak menginfaqkan kekayaannya untuk agama Allah. Sesungguhnya kekayaan seseorang itu dilihat dari seberapa banyak yang ia infaqkan.

Sumber masalah selanjutnya, yaitu membandingkan. Secara tidak sadar kita pasti pernah membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Merasa bahwa mengapa orang lain lebih beruntung, kadang merasa iri dengan kebahagiaan orang lain, atau kadang merasa hidup ini tidak adil. Membandingkan merupakan perbuatan maksiat pertama yang dilakukan oleh iblis. Ketika Allah menciptakan Nabi Adam dan menyuruh iblis maupun malaikat untuk menyembahnya, iblis tidak mau melakukannya karena membandingkan dirinya dan merasa dirinya lebih mulia. Karena Nabi Adam diciptakan dari tanah, sedangkan ia diciptakan dari api.

Dahulu iblis taat beribadah kepada Allah tetapi karena perbuatannya yang membandingkan tersebut segala amal ibadahnya ribuan tahun hilang binasa. Setiap manusia itu diciptakan sama porsinya, rejeki, hidup matinya, jodoh maupun surga nerakanya sudah ditetapkan Allah SWT. Dalam Q.S Al Hujurat Allah SWT berfirman bahwa Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. “Solusi agar terhindar dari prasangka membandingkan yaitu ridho dengan apa yang sudah ditetapkan Allah atas dirinya, dan selalu berkhusnuzhan kepada Allah,” ujar Supardi.

Sumber masalah keempat yaitu tidak mau belajar. Mengutip pepatah dari Albert Einstein yaitu agama tanpa ilmu adalah buta ilmu tanpa agama adalah lumpuh. Menghadapi kehidupan yang semakin kompleks, kita harus membekali diri kita dengan ilmu. Seseorang yang stagnan, tidak mau belajar akan ketinggalan perubahan zaman hingga kemudian muncul berbagai permasalahan.

Sumber masalah ke lima yaitu keinginan. Hakikatnya manusia yang tidak pernah merasa serta banyak keinginan. Maka batasi semua keinginan dengan berpuasa. Puasa disini maksudnya menahan hawa nafsu dan membatasi keinginan. Diriwayatkan oleh Bukhari, 1761 dan Muslim, 1946 dari Abu Hurairah radhiallahuanhu berkata, Rasulullah sallallahualai wa sallam bersabda, “Allah berfirman, semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”

Menutup kajian, Supardi Lee berpesan kepada jamaah, Semoga hidup kita makin baik, bijak menanggapi permasalahan yang ada, aplikasikan perbanyak membaca alquran, dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

rep: iqbal

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close