KOLOMSURAT PEMBACA

Masjid Anti Politik?

Masjid adalah tempat favorit sejak SMA sampai saat ini. Mulai dari ibadah solat, rapat, ngaji sampai cuma sekadar menyendiri cari inspirasi atau ketika galau menghampiri.

Di masjidlah bertemu dengan sahabat-sahabat sejati. Saling mengingatkan dalam ketaatan pada Ilahi. Membuat adem dan tenang hati.

Di masjidlah bahasan Islam selalu menjadi topik terkini. Dulu, cuma tahu bahas shalat dan ngaji. Ternyata Islam ngebahas juga soal politik dan ekonomi. Bahas pergaulan sampai soal hati.

Kini, masjid coba diantipolitisasi? Uh, Sangat mengusik hati. Gagal paham tentang politik itu sendiri. Jika pakai kacamata Barat, agama memang dipaksa dipisahkan urusan dunia atau negara. Jadilah haram menurut mereka, bahas politik di tempat agama.

Sementara dalam Islam, politik bukan hanya soal urusan coblos mencoblos. Tapi politik adalah siyasah yang bermakna riayah syuunil ummah, pengaturan urusan-urusan masyarakat dalam dan luar negeri berdasarkan syariat Islam. Artinya, bahasan tentang isu pemerintahan, masalah rakyat bagaimana diselesaikan Islam, itu adalah termasuk bahasan politik.

Rasulullah saw. Ketika berhijrah ke Madinah, apa yang pertama beliau bangun? Masjid, bukan sekolah, bukan pasar. Sebagai kepala Negara Madinah, Rasulullah saw. Menjadikan masjid sebagai pusat pemerintahan. Rasulullah mengajarkan Islam, memberikan pidato kenegaraan, memutuskan perselisihan, bermusyawarah dengan para sahabatnya, sampai mengatur siasat perang. Fungsi Masjid seperti itu pun dilanjutkan oleh para Khalifah setelahnya.

Kini, pemerintahan tidak lagi diatur oleh sistem Islam. Sistem sekular akhirnya mengebiri masjid menjadi tempat ibadah ritual saja. Pembahasan urusan umat, kenegaraan menjadi topik asing, bahkan dianggap politisasi.

Tapi umat mulai sadar, politik tak terpisahkan dari Islam, masjid tempat bagi syiar Islam. Maka tak akan Masjid anti dengan Politik .

Bahkan, kebangkitan bisa dimulai dari mempolitisasi masjid makna dengan makna yang benar. Politisasi Mesjid berarti menjadikan masjid sebagai pusat pembahasan urusan umat, bukan hanya tempat ibadah ritual. Politisasi Masjid berarti menjadikan masjid tempat pembinaan umat dalam memahami Islam kaffah, mengetahui solusi Islam dalam mengatasi berbagai permasalahan umat.

Dengan begitu, masjid akan menjadi madrasah para negarawan sejati. Yang peduli urusan umat bukan hanya untuk dicoblosi. Tapi mengajak umat memahami Islam yang sempurna. Ajaran Islam yang tidak memisahkan antara agama dan negara. Akhirnya dari Masjidlah akan lahir kesadaran umat untuk mau menerapkan Islam secara sempurna. Wallahua’lam bishshawwab.

Idea Suciati
Revowriter tinggal di Jatinangor Sumedang.

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close