IBADAH

Menjadi Hamba yang Dicintai Allah

Saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah….

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita senantiasa istiqomah menjaga keimanan dan ketakwaan dengan cara melaksanakan perintah-perintah-Nya semaksimal mungkin dan menjauhi seluruh larangan-larangan-Nya.

Saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah….

Seorang hamba yang dicintai oleh Allah adalah hamba yang sangat beruntung. Dia beruntung karena pasti hidup dalam kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Dalam hadits qudsi riwayat Imam al-Bukhari disebutkan keutamaan tatkala seorang hamba yang dicintai oleh Allah S.W.T.:

“Jika dia meminta kepada-Ku niscaya Aku mengabulkannya dan jika dia berlindung kepada-Ku niscaya aku melindunginya.”

Di dalam al-Qur’an disebutkan dalam banyak ayat bahwa Allah S.W.T. mencintai hamba-hamba-Nya yang memiliki sifat-sifat tertentu. Maka, sifat-sifat ini harus menghiasi diri kita jika kita ingin menjadi hamba yang dicintai oleh Allah S.W.T..

Saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah….

Pertama, Orang yang dicintai oleh Allah S.W.T. adalah orang yang mengikuti Rasulullah S.A.W. dalam menjalankan syariat agama Islam. Hal ini sebagaimana dalam QS. Ali Imran ayat 31:

“Katakanlah: jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Menurut Imam Ibnu Katsir bahwa ayat ini merupakan hakim atas setiap orang yang mengklaim bahwa dia mencintai Allah, tetapi dia tidak mengikuti Rasulullah dalam menjalankan agama, maka klaim tersebut hanyalah sebuah kedustaan. Oleh karena itu, Rasulullah S.A.W. memerintahkan umatnya agar mengikuti beliau dalam beribadah sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih, seperti hadits, “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” dan hadits “Ambillah dariku tata cara manasik kalian.” serta hadits “Barangsiapa berwudhu seperti wudhu-ku ini.”

Saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah….

Kedua, Orang yang dicintai oleh Allah S.W.T. adalah orang yang berbuat baik. Sifat orang baik tersebut adalah orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Hal ini sebagaimana dalam QS. al-Baqarah ayat 195:

“Infakkanlah harta benda kalian di jalan Allah dan janganlah kalian menjatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan serta berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”

Infak fi fabilillah yang dimaksud mencakup seluruh infak untuk amal-mal kebaikan. Seperti infak untuk jihad, kedua orang tua, kerabat, fakir miskin, infak untuk kegiatan-kegiatan dakwah Islam, dan jalan-jalan kebaikan lainnya. Dalam al-Qur’an surat Ali Imran ayat 133-134 disebutkan kembali tentang orang yang berbuat baik yang dicintai Allah S.W.T., yaitu orang yang senantiasa berinfak, baik keadaan lapang maupun sempit, orang yang menahan amarah, dan memaafkan manusia.

Saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah….

Ketiga, Orang yang dicintai oleh Allah adalah orang yang sabar. Yaitu sabar dalam melaksanakan ketaatan-ketaatan, sabar dalam menjauhi dosa dan maksiat, dan sabar dalam menghadapi takdir yang dianggap menyakitkan. Dan kesabaran adalah kunci kesuksesan hamba dalam menapaki jalan kehidupan menuju Surga. Tidak ada satu ibadah pun yang tidak membutuhkan kesabaran. Allah S.W.T. berfirman dalam QS. Ali Imran: 146: “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.”

Saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah….

Keempat, Orang yang dicintai Allah S.W.T. adalah orang yang bertawakal. Yaitu orang yang memasrahkan urusannya kepada Allah dalam meraih menfaat dan menangkal mudarat setelah dia berusaha maksimal dan melakukan yang terbaik. Bak masalah dunia maupun masalah akhirat. Tawakal merupakan sifat hamba yang dicintai oleh Allah S.W.T. sebagaimana dalam surat Ali Imran ayat 159:

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah….

Kelima, hamba yang dicintai oleh Allah adalah hamba yang menegakkan keadilan. Jika para pemimpin ingin dicintai oleh Allah, maka tegakkanlah keadilan. Jangan tebang pilih dalam penegakkan hukum. Sebab Allah mencintai orang yang menegakkan keadilan sebagaimana dalam QS. al-Maidah 42:

“Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.”

Saudara Kaum Muslimin Rahimakumullah….

Keenam, hamba yang dicintai Allah S.W.T. yang disebutkan dalam al-Qur’an adalah seorang mukmin yang bersikap santun kepada sesama mukmin tapi keras kepada orang kafir, berjihad di jalan Allah, dan tidak takut celaan orang-orang yang gembar mencela. Allah S.W.T. berfirman dalam QS. al-Maidah ayat 54:

“Wahai orang-orang beriman! Barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela….”

Ketujuh, Orang yang dicintai oleh Allah adalah orang yang senantiasa bertaubat kepada Allah. Yaitu orang yang bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha: meninggalkan dosa yang dilakukannya, menyesali, dan bertekad kuat tidak mengulanginya. Allah S.W.T. berfirman dalam QS. al-Baqarah 222:

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.”

Akhirnya.. Kita berharap kepada Allah S.W.T. agar menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang dicintai oleh-Nya. Wallahu A’lam

Dr. Muhammad Sarbini, M.HI

  • Isi khotbah ini disampaikan di Masjid Alumni IPB Bogor, Jumat 20 Juli 2018

ARTIKEL TERKAIT

Close