Konflik SARA Mahasiswa Unpatti Bakar Kampus
Ambon (SI ONLINE) - Diduga dipicu isu suku, agama, ras, dan antargolongan (sara), kampus Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, dibakar oleh mahasiswanya sendiri, Rabu (6/7/2011). Aksi pembakaran itu dilakukan sekitar pukul 17.30.
Insiden pembakaran diduga dimulai dari aksi protes mahasiswa atas sejumlah kebijakan kampus yang dianggap berpihak kepada kelompok mahasiswa Kristen. Para pengunjuk rasa menuding pihak kampus melanggar perjanjian Malino. "Pihak kampus tidak melaksanakan perjanjian Malino, yang di dalamnya menekankan adanya perimbangan," kata Bachtiar, salah seorang pengunjuk rasa.
Informasi dari sejumlah sumber SI Online menyebutkan, pembakaran kampus itu akibat ketidakadilan dalam perekrutan mahasiswa baru pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) Unpatti.
Mahasiswa memprotes hasil penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2011 - 2012 yang dinilai tidak berimbang. Hasil seleksi yang ada, mahasiswa Kristen diterima sebanyak 1.800 lebih mahasiswa, sedangkan mahasiswa muslim yang diterima hanya sekitar 400 orang.
Diskriminasi
Untuk meredam konflik, Rektor Unpatti HB Tetelepta mengatakan telah meminta penambahan mahasiswa baru di Unpatti sebanyak 600 orang kepada Kementerian Pendidikan Nasional.
"Permintaan ini sudah disetujui dan dalam waktu dekat Unpatti akan menggelar tes untuk mahasiswa tambahan baru," katanya seusai pertemuan dengan jajaran Muspida Maluku di Gedung Rektorat Unpatti, Kamis (7/7/2011). Dia berjanji tidak akan ada diskriminasi dalam tes itu.
Mahasiswa juga memprotes ketidakadilan dalam kepengurusan BEM Unpatti. Selain membakar gedung kampus, mahasiswa juga nyaris bentrok. Ratusan mahasiswa yang menuntut keadilan dan perimbangan masih bertahan di kampus.
Akibat aksi tersebut, gedung Fakultas Ekonomi, gedung registrasi, laboratorium, dan gedung Fakultas Pertanian terbakar. Sedangkan gedung Fakultas Teknik, MIPA, dan Keguruan hancur.
Red: Jaka
Insiden pembakaran diduga dimulai dari aksi protes mahasiswa atas sejumlah kebijakan kampus yang dianggap berpihak kepada kelompok mahasiswa Kristen. Para pengunjuk rasa menuding pihak kampus melanggar perjanjian Malino. "Pihak kampus tidak melaksanakan perjanjian Malino, yang di dalamnya menekankan adanya perimbangan," kata Bachtiar, salah seorang pengunjuk rasa.
Informasi dari sejumlah sumber SI Online menyebutkan, pembakaran kampus itu akibat ketidakadilan dalam perekrutan mahasiswa baru pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) Unpatti.
Mahasiswa memprotes hasil penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2011 - 2012 yang dinilai tidak berimbang. Hasil seleksi yang ada, mahasiswa Kristen diterima sebanyak 1.800 lebih mahasiswa, sedangkan mahasiswa muslim yang diterima hanya sekitar 400 orang.
Diskriminasi
Untuk meredam konflik, Rektor Unpatti HB Tetelepta mengatakan telah meminta penambahan mahasiswa baru di Unpatti sebanyak 600 orang kepada Kementerian Pendidikan Nasional.
"Permintaan ini sudah disetujui dan dalam waktu dekat Unpatti akan menggelar tes untuk mahasiswa tambahan baru," katanya seusai pertemuan dengan jajaran Muspida Maluku di Gedung Rektorat Unpatti, Kamis (7/7/2011). Dia berjanji tidak akan ada diskriminasi dalam tes itu.
Mahasiswa juga memprotes ketidakadilan dalam kepengurusan BEM Unpatti. Selain membakar gedung kampus, mahasiswa juga nyaris bentrok. Ratusan mahasiswa yang menuntut keadilan dan perimbangan masih bertahan di kampus.
Akibat aksi tersebut, gedung Fakultas Ekonomi, gedung registrasi, laboratorium, dan gedung Fakultas Pertanian terbakar. Sedangkan gedung Fakultas Teknik, MIPA, dan Keguruan hancur.
Red: Jaka
Comments (4)
-
|2011-07-08 11:23:38 abi - curi kesempatan
masya alloh ! inilah bukti yahudi dan salibis selalu memanfaatkan peluang apapun untuk menindas kaum muslim. di tengah gencarnya "perang" dan penistaan terhada islam dan kaum muslimin dengan isu teroris dan radikal fundamentalis, mereka terang-terangan mendiskriminasi generasi muda muslim untuk berkesempatan menikmati bangku belajar di perguruan tinggi.
-
|2011-07-08 13:04:05 anti demokrasi
umat kristen mulai lagi cari gara-gara
kalo jadi minoritas, senengnya memprovokasi
kalo jadi mayoritas, senengnya menindas
kalo jadi penguasa, senengnya menjajah
-
|2011-07-09 22:59:04 Malikah
Yahudi dan Nasrani itu sejak anak - anak sudah diajarkan untuk memusuhi dan menghancurkan Islam.
-
|2011-07-11 20:50:36 Liem Ban Piet - Bikin Situs Tandingan
Dari dulu, yg namanya kristen dan yahudi itu memusuhi Islam. Allah SWT lewat Al-Qur'an sudah memperingatkan kita ttg hal ini. Mrk berupaya dg cara2 yg tdk etis. Lihat saja situs2 spt faith freedom Indonesia, http://trulyislam.blogspot.com , dsbnya. Sebetulnya tulisan2 mrk menunjukkan kebodohan, kebusukan dan kedengkian mrk sendiri. Tapi seyogyanya kita tdk tinggal diam. Kita juga membuat situs2 yg mengkounter situs2 itu. Kalau mrk kasar, kita bisa dg cara ilmiah dan elegan. Semoga.
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...