Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Masuk Kristen di Pesantren Al-Zaytun - Masuk Kristen di Pesantren Al-Zaytun Friday, 06... | Dan, Yang, Alz

Masuk Kristen di Pesantren Al-Zaytun

Kristologi

altTak banyak yang tahu sepak terjang Panji Gumilang dan Ma'had Al-Zaytun dengan para pendeta dan misionaris Kristen. Menjelang akhir tahun, Panji Gumilang mewakili kampus berjuluk 'kampus Toleransi Dan Perdamaian' biasa mengirimkan kartu Natal kepada para pendeta dan pemimpin gereja.

Hari Sabtu, 31 Juli 2004, AS Panji Gumilang dan segenap eksponen, guru, karyawan dan ribuan santri ma'had Al-Zaytun menyambut mesra kunjungan Pendeta Rudy Rudolf Andreas Tendean, Ketua Majelis Gereja Protestan Indonesia (GPIB) Jemaat Koinonia Jakarta. Pendeta Rudy didampingi oleh Dr. SB Silalahi (Ketua 1), John Pieter (Ketua 3), Andi Sutopo (ketua 4), Wasiyo (bendahara) dan dua ratusan anggota jemaat.

Begitu rombongan gereja memasuki Gedung Pertemuan Al-Akbar kompleks Ma'had Al-Zaytun, spontan puluhan ribu santri, guru, karyawan dan penghuni ma’had Al-Zaytun berdiri sambil bertepuk tangan riuh. Memasuki ruang pertemuan, mereka diiringi tepuk tangan dan shalawat Thala’al Badru.

Acara seremonial musik full band pun digelar, lengkap dengan gitar, bass dan drum, yang pemusiknya adalah para santri. Lima orang santriwati berpakaian khas Melayu menari dengan liukan yang anggun diiringi lagu berjudul "Cindai." Para pengurus dari GPIB Koinonia mendapat kehormatan membawakan lagu gereja populer berjudul "Daud Menari."

Dalam sambutannya, Pendeta Rudy mewakili seluruh jemaat GPIB Koinonia mengucapkan selamat ulang tahun kepada Syaikh AS Panji Gumilang, yang berulang tahun sehari sebelumnya. Sedangkan Syaikh AS Panji Gumilang berharap agar dari jalinan Al-Zaytun Indramayu dengan Gereja Koinonia Jakarta, akan menjadi domain yang luas demi terciptanya perdamaian dan toleransi di muka bumi Indonesia.

Setelah itu, Pendeta Rudy didaulat naik ke podium untuk menutup seremonial dengan memanjatkan doa ala Kristen. Usai memimpin doa Pendeta Rudy didaulat untuk menancapkan patok (batu asas) tanda dimulainya pembangunan asrama ke-6 bernama Kalimatun Sawa’ di Ma’had Al-Zaytun. “Kami ingin memberikan kenang-kenangan. kami akan mengajak pak pendeta dan rombongan untuk menancapkan satu patok tanda dimulainya pembangunan asrama ke-6 di Ma’had Al-Zaytun,” ajak Panji Gumilang setelah menjelaskan bahwa asrama itu dinamakan Kalimatun Sawa’ yang artinya satu kata yang sama, satu ungkapan yang sama, satu visi yang sama.

Usai prosesi peletakan batu pertama, Pendeta Rudy dan rombongan diajak memasuki Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin. Di masjid berlantai enam yang berkapasitas 150 ribu orang jemaah itu, lagi-lagi Pendeta Rudy diminta berdoa. Doa pendeta di Masjid Al-Zaytun ini, menurut Panji Gumilang, karena masjid ini dibangun oleh orang-orang beriman. Pendeta Rudy diminta berdoa sebagai seorang umat Kristen beriman.

Untuk menindaklanjuti keakraban Ma'had Al-Zaytun dengan Gereja GPIB Jemaat Koinonia Jakarta, maka sepekan kemudian, tanggal 7 Juli 2004 Panji Gumilang dan rombongan berkunjung ke GPIB Koinonia Jakarta. Di depan altar gereja, Panji Gumilang berceramah di hadapan ratusan jemaat, menjelaskan bahwa visi dan misi Ma’had Al-Zaytun adalah sebuah lembaga pendidikan milik umat beriman (Islam) bangsa Indonesia, bersetting internasional, bersemangat pesantren dan bersistem modern serta bermotto sebagai pusat pendidikan dan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian. (Majalah Tokoh Indonesia vol. 15).

Pada perayaan Idul Fitri Pesantren Az-Zaytun (13/10/2007), tim yang ditunjuk untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan adalah orang Kristen. Dalam acara yang digelar di ruang Mini Al-Zaytun Student Opera (Mini Zateso) tersebut, Tim Kesenian Az-Zaytun menyanyikan lagu “Gereja Tua” ciptaan Benny Panjaitan. Ini dilakukan atas perintah langsung Syaikh Ma’had Panji Gumilang. (Majalah Berita Indonesia edisi 49, 26 Oktober 2007).

Kumandang lagu “Gereja Tua” di pesantren adalah hal yang sangat aneh, karena lagu ini sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan makna Idul Fitri pasca shaum Ramadhan. Apakah lagu “Gereja Tua” bisa meningkatkan iman, takwa dan aqidah para santrinya?

A. Ahmad Hizbullah MAG
[www.ahmad-hizbullah.com]



(BOX)


Berawal dari Natalan, Ustadz Al-Zaytun Jadi Penginjil

altHubungan Pesantren Al-Zaytun dengan para misionaris Kristen nampak terlalu berlebihan. Menyambut Natal tahun 2005, Al-Zaytun mengizinkan tamu dari Yayasan The Gideon International membagi-bagikan 1.400 Bibel secara cuma-cuma di pesantren.

Bermula dari hubungan dekat Al-Zaytun dengan pendeta dan misionaris Kristen inilah, berakibat murtadnya Saifuddin Ibrahim, salah seorang pengasuh ma'had.

Dalam testimoni 138 halaman yang ditulisnya, ustadz asal Bima NTB ini bercerita bahwa Al-Zaytun, dirinya mengajar Al-Qur'an, Hadits, Akidah, Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam dan Jurnalistik selama enam tahun sejak 1999. Sebagai orang yang sangat dekat dengan syaikhul ma’had Panji Gumilang, Ibrahim dipercaya menjadi Editor Kepala Majalah Al-Zaytun yang bertiras 30.000 eksemplar.

Dalam testimoninya, Ibrahim menjelaskan kronologis mengapa ia murtad meninggalkan Islam dan beralih profesi dari dewan guru Ma'had Al-Zaytun Indramayu menjadi seorang evangelis Kristen.

Dalam sub judul "Nubuat Syaikh," Ibrahim menulis bahwa peristiwa kemurtadan dirinya bermula pada tanggal 16 Januari 2006, ketika Panji Gumilang menyebut dirinya dengan panggilan "Pendeta Abraham." Sejak saat itu, Ibrahim lebih suka dipanggil Abraham. "Syaikh telah bernubuat untuk saya. Sejak beliau mengatakan hal itu saya semakin kacau dan pikiran tidak tentang. Itu juga sebabnya kenapa saya lebih suka dipanggil Abraham," tulis Ibrahim pada halaman 8.

Usai peristiwa itu Ibrahim mulai mendekati para penginjil Yayasan The Gideon International yang dikenalnya ketika membagi-bagikan ribuan Bibel di pesantren pada Natal tahun 2005. Ibrahim pun mulai belajar ilmu perbandingan agama kepada para misionaris dan pendeta. Singkat cerita, setelah berliku-liku mencari pintu masuk Kristen, akhirnya Ibrahim dibaptis di Semarang tanggal 7 Maret 2006. Setelah meninggalkan Islam dan dibaptis di Semarang tanggal 7 Maret 2006, ia pun rela berpisah dengan istri dan ketiga anaknya di Jepara, Jawa Tengah.

Berarti, hanya dalam tempo 3 bulan Ibrahim murtad dari Islam. Satu kata: Murtad! Itulah salah satu buah kedekatan syaikhul ma'had Panji Gumilang dengan para pendeta dan misionaris Kristen.

Bila diteliti dari testimoni tertulisnya, wawasan agama Saifuddin Ibrahim masih perlu dipertanyakan. Misalnya, dalam sub judul "Percaya Kepada Yesus," Ibrahim mengutip nas: "Al-dinu huwal aqlu, laa diina liman laa aqqla lahu. Agama adalah akal, tidak ada agama tanpa akal," yang disebutnya sebagai hadits Nabi (hlm 60).

Pernyataan ini sangat aneh bila ditulis oleh seorang dosen hadits. Sebagai dosen hadits di pesantren terbesar se Asia Tenggara, seharusnya dia tahu bahwa nas tersebut bukan hadits, tapi kutipan yang tidak diketahui asal-usulnya.

Para ulama ahli hadits sepakat memvonis nas tersebut bukan sabda Nabi, melainkan hadits yang tidak ada asalnya (la ashla lahu). Imam An-Nasa'idan  Syaikh Albani berkomentar bahwa hadits tersebut batil munkar. Dalam sanadnya terdapat nama Bisyir yang majhul (asing/tidak dikenal).

Ketika membuktikan ketuhanan Yesus, Saifuddin Ibrahim mengutip Al-Qur'an surat Maryam 33 sebagai pendukung. Menurutnya, ayat ini menegaskan ketuhanan Yesus karena memakai fi'il amar (kata kerja masa lampau/past tense).

"Ayat Al-Qur'an surat Maryam 33 meyakinkan saya memahami ketuhanan Yesus. Ayat ini menggenapi semua kisah Yesus yang telah berlaku. Ayat ini menggunakan Fi'il Madhi, kata kerja masa lampau, berarti kejadian kebangkitan Yesus dan hidup kembali telah terjadi lebih 2000 tahun yang lalu," (hlm. 87-88).

Dengan kutipan itu, patut dipertanyakan wawasan Ibrahim terhadap Ilmu bahasa Arab. Tidak benar kesimpulannya bahwa surat Maryam 33 menyatakan ketuhanan Yesus karena menggunakan fi'il madhi. Padahal dalam ayat ini terdapat tiga kata kerja (fi'il), yaitu: "wulidtu" (fi'il madhi majhul), "amuutu" (fi'il mudhari' majhul) dan "ub'atsu" (fi'il mudhari' majhul).

Ungkapan Nabi Isa pada ayat tersebut memakai kalimat "wulidtu" (telah dilahirkan) karena peristiwa kelahirannya sudah terjadi. Sedangkan kalimat "amuutu" (akan dimatikan) dan "ub'atsu" (akan dibangkitkan) memakai fi'il mudhari' karena peristiwa kematian dan kebangkitannya belum dan akan terjadi.

Dengan wawasan Islam sedangkal itu, tak heran jika Saifuddin Ibrahim begitu mudahnya murtad menjadi Kristen hanya dalam tempo tiga bulan.

Nama Ustadz Saifuddin Ibrahim yang sekarang menjadi Ev Saifuddin Abraham, adalah salah satu contoh korban pemurtadan akibat kedekatan syaikhul ma'had Al-Zaitun Panji Gumilang dengan para pendeta dan penginjil Kristen. Bagaimana para ustadz kampus NII Al-Zaytun yang lainnya? []



 

Comments (10)
  • akoe  - ev. saifudin yang idiot
    avatar
    idiotlah ev.saifudin abraham yang telah murtad, banyak orang nasrani yg menjadi Muslim karena hatinya telh mendapat cahaya kebenaran yg hakiki dari agama Islam tapi dia malah menuju kesesatan yg abadi
  • Anonymous
    avatar
    smoga Alloh menampakan azabnya kepa orang ini baik didunia dan akirat agar menjadi pelajaran umat..
  • Liem Ban Pit  - Buntut2nya: Dollar!
    avatar
    Haiya! "Kyai"2 yg pada bengkok itu ujung2nya berburu dollar! Bukankah utk diterima sbg santri di pondok nyleneh itu tiap org tua santri harus setor uang dlm jumlah sangat besar? Nakh, hal itu sdh dibaca oleh misionaris dan lalu betul2 dimanfaatkan oleh mrk! Para 'kyai' bengkok itu nantinya akan dibakar di neraka jahanam dg dolar2 itu tanpa henti dan tak habis2! Betul2 'kyai' sesat dan menyesatkan! Kenapa sih di negara kita banyak sekali 'kyai', 'ulama' yg neko2, nyleneh dan sesat menyesatkan? Krn mrk memang dibutuhkan utk menghancurkan akidah umat dg imbalan dolar!
  • Anonymous
    avatar
    ini-namanya penyusupan, kita tidak tau, asal usul syaifudin waktu dulunya, yg hanya sensasi, jadi perlu diawasi siapun yg jd pengajar, di situ , ngaku islam padahal ada tujuan yg lain di belakangnya oleh agama lain berpurak2 islam. inilah namanya manusia berhati iblis.
  • PINTU HIDAYAH  - GURU KOK BODOH
    avatar
    tobatlah.. MATI CUMA 1X , MASIH ADA KEHIDUPAN YANG KE-2 KEKAL TìDAK ADA MATI.
    www.islamterbuktibenar.net
  • muzayyanah
    avatar
    APABILA ALLAH SDH MENGUNC MATI HATI




    APABILA ALLAH SDH MENYESATKAN HATI MANUSIA TDK ADA SEORANGPUN YG BISA MENUNJUKINYA, DAN APABILA ALLAH MEMBERI HIDAYAH PD HAMBANYA TAK SEORANGPUN YG BISA MENYESATKANNYA. MAKA HENDAKNYA KITA SELALU BERDOA AGAR TETAP DIBERI PETUNJUK. SEPERTI DOA DLM ALQUR'AN SURAT ALI IMRON AYAT 8, YG ARTINYA YA TUHAN KAMI JANGANLAH ENGKAU SESATKAN HATI KAMI STL ENGKAU TUNJUKI. DAN BERIKANLAH RAHMAT KPD KAMI DARI SISIMU.KRN SESUNGGUHNYA ENGKAU MAHA PEMBERI KARUNIA










  • Asep S
    avatar
    Banyak orang2 pinter,tekenal,pemuka agama yg taat masuk islam karena menemukan kebenaran dan cahaya islam,tetapi ada beberapa yg murtad keluar dari islam karena iman yg lemah dan kemiskinan,lihat saja dikasih mie instan sebungkus langsung murtad mungkin ini terjadi pd saifudin atau mungkin sebenarnya saifudin seorang misionaris
  • Anonymous
    avatar
    Mgkn saifudin,hnya kedoknya aja,islam.klu seorg islm sjati,dn taat bribadah,seakan tdk msuk akal,bisa semudah itu pndh keyakinana
  • dirman  - be careful
    avatar
    hati-hati, banyak cara untuk menggiring kita kepada kesesatan. Saifudin Abraham perlu dicari tahu kejelasannya dari awal mula keberadaannya di pesantren tersebut.
  • Muamar khadafi  - AKU ANAK SYAIFUDIN
    avatar


    Sebenar aku tersingggung sbg anakny, tapi lebih baik anda berdo'a agar ayah saya masuk Islam
    sbg anak aku tak bisa berlaku banyak....
    Yakinkan Ayahku untuk masuk islam
    Karena AKU PERCAYA ISLAM ADALAH AGAMA TERBAIK DAN SATU2NYA AGAMA YANG MEMPUNYAI CAHAYA DALAM HIDUP!

Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
 
PENCARIAN
Advert