INTERNASIONAL

Parlemen Irlandia Larang Impor Produk dari Israel

Irlandia (SI Online) – Parlemen Irlandia pada Rabu (11/7/2018) malam menyetujui RUU yang melarang impor produk dari pemukiman Israel di Tepi Barat dan al-Quds yang mereka diduduki.

Menurut RUU itu, dilarang impor dan penjualan produk dan layanan yang berasal dari “pemukiman-permukiman ilegal di wilayah yang diduduki”.

Sebelumnya parlemen Irlandia telah menunda untuk melakukan voting pada RUU ini pada bulan Januari lalu, dalam upaya untuk mencapai kompromi dengan pemerintah, yang meminta untuk melunakkan hukum, berdasarkan tekanan Israel, tetapi pada akhirnya kompromi terhadap masalah ini tidak tercapai.

Duta Besar Irlandia untuk Israel, Alison Cali, telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Israel atas permintaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, terkait larangan ini. Dia menjelaskan kepada pemerintah Israel bahwa inisiatif ini diprakarsai oleh para wakil independen di parlemen Irlandia dan bahwa Pemerintah Irlandia menentangnya. Dia menyatakan bahwa pembicaraan ini bukan tentang inisiatif dari gerakan BDS, tetapi tentang boikot terhadap permukiman-permukiman elegal yang dibangun Israel di tanah Palestina yang diduduki.

Pada saat itu, Netanyahu telah mengecam RUU tersebut dan mengklaim bahwa “tujuannya adalah untuk mendukung gerakan boikot (BDS) dan untuk mengganggu Negara Israel.”

Kantor Perdana Menteri Israel juga mengklaim bahwa RUU tersebut “mendukung mereka yang berusaha memboikot Israel yang sepenuhnya bertentangan dengan prinsip-prinsip perdagangan bebas dan keadilan.”

Selain para wakil independen di parlemen, partai-partai oposisi Irlandia telah mengumumkan dukungan untuk RUU tersebut. Inisiator RUU, Francis Black, wakil independen di parlemen Irlandia, baru-baru ini melalui video rekaman juga menyerukan kepada publik untuk menekan wakil yang mereka pilih untuk mendukung RUU tersebut.

sumber: infopalestina

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Close
Close