NASIONAL

Pendiri Sofyan Hotel Dianugerahi Satyalancana Kepariwisataan 2018

Kiprah dan komitmennya da

Jakarta (SI Online) – Pendiri Sofyan Hotel, Sofyan Ponda, mendapatkan penghargaan Satyalancana Kepariwisataan dari Presiden Joko Widodo. Penghargaan ini diberikan tepat pada saat HUT ke-73 RI di Gedung Kementerian Pariwisata di Jakarta, Jumat (17/8/2018).

Tanda jasa ini disematkan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada Riyanto Sofyan selaku ahli waris Sofyan Ponda hadir mewakili keluarga dan manajemen Sofyan Hotel.

Penghargaan Satyalancana Kepariwisataan merupakan tanda penghargaan yang diberikan oleh Presiden RI kepada tokoh, lembaga yang berjasa atau berprestasi luar biasa dalam meningkatkan pembangunan, kepeloporan, dan pengabdian di bidang pariwisata. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 50 Tahun 2016, penghargaan ini dilakukan oleh Sekretariat Militer Presiden dengan mengacu pada usulan yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata. Usulan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan cara melakukan survei, verifikasi data dan wawancara.

Pada kesempatan itu, Menteri Pariwisata menyampaikan apresiasinya kepada para penerima. Mereka adalah tokoh-tokoh yang memiliki dua elemen dasar yaitu great spirit dan grand strategy yang ikut berkontribusi membawa pariwasata hingga di posisi saat ini.

Great spirit berkaitan dengan semangat tinggi yang terbentuk oleh keyakinan (belief), nilai-nilai (values), dan perilaku (behaviour) yang utama dan mulia, sedangkan grand strategy berkaitan dengan visi, strategi, model bisnis, atau eksekusi yang terbangun dari analisis dan daya pikir yang mumpuni” ungkap Arief Yahya.

Komisaris Utama Sofyan Hotel, Riyanto Sofyan, tak bisa menutupi perasaan bahagia sekaligus haru. Dedikasi yang selama ini sudah dilakukan almarhum sebagai pelopor sekaligus pendorong berkembangnya pariwisata halal di Indonesia hingga akhir hayatnya, akhirnya mendapat pengakuan dari negara juga masyarakat.

“Penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk terus mengembangkankan Sofyan Hotel sebagai hotel halal yang mengedepankan pelayanan layaknya keluarga sendiri dan pariwisata halal seperti yang selama ini telah diamanahkan oleh almarhum,” katanya.

Bagi Riyanto, penghargaan ini seakan memutar kembali memori ketika Sofyan Ponda merintis hotel kali pertama tahun 1968. Kala itu, hotel pertama yang berdiri di Menteng, Jakarta ini hanya terdiri dari 12 kamar dengan 15 karyawan. Berkat tangan dingin Sofyan Ponda, usahanya terus berkembang. Saat ini Sofyan Hotel telah memiliki 20 jaringan hotel dengan 1.266 karyawan di seluruh Indonesia.

Tahun 1989, Sofyan Ponda membawa usahanya menjadi hotel menengah pertama yang go-public. Sofyan kembali melakukan terobosan. Sebagai negara dengan mayoritas Muslim, ia melihat peluang untuk mengembangkan bisnis halal.

Tahun 1992, Sofyan Hotel resmi bertransformasi menjadi hotel halal pertama di Indonesia. Usaha ini diawali dengan menutup diskotik dan night club, menghentikan penjualan alkohol, melakukan filter terhadap tamu, hingga melakukan internalisasi budaya perusahaan kepada karyawan sesuai dengan kaidah halal. Puncaknya tahun 2014, secara resmi Sofyan Hotel mendapatkan Sertifikasi Halal dari MUI untuk restoran dan hotel. Dengan sertifikasi halal, Sofyan Hotel berkomitmen untuk memberikan jaminan halal pada produk dan layanan jasa yang diberikan.

Kiprahnya diikuti oleh banyak pengusaha industri hotel. Hingga saat ini, berdasarkan data yang dihimpun Traveloka per Mei 2018, tercatat lebih dari 730 hotel berkonsep halal di Indonesia.

Riyanto meyakinkan Sofyan Hotel akan tetap konsisten menjaga komitmen dan kredibilitas sebagai hotel halal dengan pelayanan profesional yang mengedepankan prinsip kekerabatan dalam melayani tamu.

red: shodiq ramadhan

Close