#Pemilu 2019NASIONAL

Pindah Partai, Ahmad Yani: PPP tak Lagi Tampung Aspirasi Umat Islam

Mantan Anggota DPR Ahmad Yani. [foto: republika.co.id]
Jakarta (SI Online) – Salah satu politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani meninggalkan partainya. Yani, diketahui, akan segera bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB).

Yani mengakui, alasan kepindahannya ke PBB adalah karena partai lamanya masih berkonflik dan tidak lagi memperjuangkan aspirasi umat Islam.

Menurut Yani, kini ada kelompok baru di PPP, yakni PPP Khittah, yaitu kumpulan sejumlah elite yang menilai, baik PPP kubu Romy maupun Djan Faridz, sudah tidak searah dan sejalan.

“PPP kan memang konflik, fakta realitasnya PPP sampai saat ini masih konflik. Ada PPP Romy ada PPP Djan Faridz” Kata Yani, sebagaimana dilansir iNews.id, Senin (16/4/2018).

Dengan begitu, kata Yani, para politisi yang tergabung dalam PPP Khittah lebih memilih wadah baru untuk memperjuangkan aspirasi politik mereka. Selain itu, mereka menilai ruh keislaman dalam berpartai sesungguhnya ada di PBB dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ditambahkan, PPP sebagai partai Islam, aspirasinya harus sesuai dengan aspirasi umat. Bukan sebaliknya.

PPP seharusnya memperjuangkan nilai dan spirit Islam dalam berpolitik. Namun, harapan itu tidak terjadi saat ini. Menurut dia, saat Pemilihan Gubernur DKI yang lalu, kedua kubu tersebut bersekutu dan mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Contohnya dulu mendukung Ahok. Di Pilkada Sumut mendukung Sihar, terus mendukung Perppu ormas Islam. Itu sikap-sikap politik, pertanyaannya sikap yang diambil atau kebijakan tersebut cocok enggak dengan PPP sesungguhnya?” katanya.

Yani menjelaskan, awalnya PPP bisa menyelesaikan konflik internal dengan muktamar islah. Walaupun secara administratif dan politis mereka mendapat pengesahan dari pemerintah, akan tetapi secara substansi tidak ada lagi kebaikan antara kedua kubu.

“Sekarang kita bicara ke depan dengan mendeklarasikan PPP Khittah ke PBB. Karena kita melihat PPP Khittah itu secara kerangka, paradigma, dan ideologinya, menurut penilaian dan analisis kami, sesungguhnya ada di PBB dan PKS. Cuma, kedekatan secara sosiologis dan emosional kawan-kawan lebih dekat ke PBB,” kata Yani.

Pihaknya sudah melakukan komunikasi politik dengan PBB. Yani mengatakan, PPP Khittah nanti akan disampaikan secara kelembagaan dalam gerakan hingga ke daerah.

“Jadi nanti akan dibicarakan lebih lanjut untuk menjelaskan pertemuan-pertemuan ini. Nanti akan diputuskan secara kolektif. Apakah nanti waktu deklarasinya di Yogya,” katanya.

sumber: iNews

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker