SAKINAH

Tiket Masuk Surga

Ih capek, setiap hari begini melulu, ngurus anak, nyuci, jemur, masak, nyapu, ngepel,” kata seorang ibu berbicara kepada temannya.

“Iya kan kita maunya kaya orang-orang, jalan-jalan keluar dan berbelanja, bosen juga yah, setiap hari ngurusin anak-anak, nyuci enggak ada abis-abisnya,” timpal ibu yang lainnya.

Dialog di atas itu yang sering saya dengar dari para ibu-ibu, mereka tampaknya sudah mulai jenuh dan jengah dengan rutinitas seorang ibu rumah tangga yang tanpa henti-hentinya, terus menerus mengerjakan pekerjaan sehari-hari di rumah termasuk mengurus anak-anaknya. Saya cuma mau menasihati diri sendiri, karena saya pun terkadang juga mengalami hal yang sama, bete banget dengan rutinitas sehari-hari.

Namun, saya teringat dengan hadits Rasulullah SAW yang pernah saya baca, yang artinya, “Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat: “Tahukah engkau siapakah yang mandul?” Para sahabat menjawab; “Orang yang mandul ialah orang yang tidak mempunyai anak”. Lalu Rasulullah bersabda; Orang yang mandul ialah orang yang mempunyai banyak anak, tetapi anak-anaknya tidak memberi manfaat kepadanya sesudah ia meninggal dunia.” (HR. Ahmad)

Berdasarkan hadits tersebut, jelas sekali bahwa pengertian mandul (tidak mempunyai keturunan) kurang tepat. Tetapi seorang yang mandul di sini yaitu ketika para orang tua memiliki anak-anak yang banyak, tetapi gagal untuk mendidik dan mencetak mereka untuk menjadi anak yang saleh dan shalihah yang selalu terikat dengan hukum-hukum Allah SWT dan selalu berjuang di jalan-Nya.

Berkaca dari hadits di atas, saya pun merasa terdorong untuk tidak merasa bete ketika menjalankan rutinitas saya sebagai ibu rumah tangga. Karena saya yakin sekali bahwa rutinitas itu akan dapat menghantarkan anak-anak menjadi manusia yang sukses baik di dunia maupun di akhirat.

Maka, keikhlasan, ketulusan, pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran kitalah yang bisa membuat mereka sukses di kelak kemudian hari. Sukses bukan berarti mereka telah menjadi seorang insinyur, dokter, profesor dan yang lainnya.Tapi sukses di sini anak-anak itu menjadi generasi yang selalu menjunjung tinggi hukum Allah dan Rasul-Nya, generasi yang mempunyai ketundukan, ketaatan serta kewajiban menjalankan hukum-hukum Allah.

Wajib kita syukuri apabila anak-anak itu mempunyai kemampuan dalam menyelesaikan masalahnya dengan hukum Allah. Dan itu semua tidak akan kita dapatkan kalau tidak kita perjuangkan.

Jadi jangan merasa lelah dengan rutinitas yang telah Allah pilihkan untuk kita, karena bisa jadi di luar sana ada banyak orang yang menginginkan posisi itu. Raihlah tiket masuk surga melalui rumah-mu wahai para ibu.

[Ummu Zanki]

Tags
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: