SIRAH NABAWIYAH

Ahlu Shuffah, Madrasah Intelektual

Ahlu Shuffah di Madinah sebenarnya lebih mirip madrasah intelektual ketimbang sekedar “panti tunawisma” dan “benih-benih sufistik”. Betapa tidak, orang-orang dalam Ahlu Shuffah tersebut kelak menjadi guru-guru peradaban Islam di masa selanjutnya.

Sebut saja di antaranya Abu Hurairah, Abu Dzar Al-Ghifari, Salman Al-Farisi, Ka’ab bin Malik, Hudzaifah Ibnul Yaman, Abdullah bin Mas’ud, Salim Maula Abu Hudzaifah hingga Khabab bin Arats adalah nama-nama besar yang pernah mengenyam kehidupan sebagai ahlu Shuffah.

Dalam keadaan papa mereka mengisi hari-harinya dengan beribadah dan saling belajar-mengajar Al-Qur’an, serta mendiskusikan ilmu-ilmu seperti makna, hukum hingga ibrah dari ayat-ayat Kitabullah maupun Sunnah Rasulullah. Dari Ahlu Shuffah inilah, Masjid Nabawi menjadi simbol mercusuar peradaban Islam. Alumni Shuffah pun kelak menjadi guru-guru para tabi’in nantinya.

Tercatat pemuka Anshar, Ubadah bin Shamit termasuk salah satu tokoh yang pernah mengajar Ahlu Shuffah, selain tentunya Rasulullah SAW sendiri sebagai guru umat manusia.

Mereka juga contoh hidup manusia yang menjauhi hubbu dunya. Selain menggali ilmu dan beribadah, mereka juga menunggu-nunggu kala panggilan jihad fii Sabilillah berkumandang. Jika kembali mereka lanjutkan mencari ilmu, jika mati mereka syahid.

Radhiyallahu’anhum Ahlu Shuffah.

Ilham Martasyabana
Penggiat sejarah Islam dan pemegang ijazah sanad hadits arbain Nawawi

Tags
Close
Close