#Tolak RUU PKSDAERAH

Akademisi Lampung Tolak RUU P-KS

Lampung (SI Online) – Gerakan penyadaran terhadap masyarakat mengenai bahaya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) terus dilakukan Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia.

Di Bandar Lampung, Ahad 17 Februari 2019, Sekjen AILA Nurul Hidayati berdiskusi dengan sekitar 20 orang akademisi Lampung. Mereka di antaranya dosen Universitas Negeri Lampung, mahasiswa, dan kepala sekolah.

Dalam penjelasannya, Nurul mengatakan jika benar-benar ingin melindungi korban perkosaan, maka seharusnya terminologi kejahatan seksuallah yang digunakan. Bukan ‘kekerasan seksual’ yang artinya bisa multitafsir.

Selain itu, Nurul juga menjelaskan tentang filosofi RUU P-KS. Ia juga membedah naskah akademik (NA) yang menggunakan feminist legal theory. Juga diuraikan beberapa pasal dan istilah yang melahirkan multi tafsir dan berpotensi menimbulkan permasalahan baru bagi masyarakat.

Yang menarik, selama ini sebagian masyarakat menganggap bahwa penolakan dilakukan oleh kalangan Islam saja, namun pada diskusi kali ini hadir seorang mahasiswi asal Bali beragama Hindu bernama Kadek Ariyani.

“Setelah mendengar penjelasan ibu Nurul, saya semakin yakin untuk menolak RUU ini. Karena RUU P-KS berpotensi melegalkan zina, prostitusi serta LGBT. Dalam agama Hindu ketiga hal tersebut dilarang.” Ujar Kadek

Selain Kadek, hadir pula Lina seorang notaris asli Lampung. “Saya khawatir, jika RUU ini disahkan, maka akan mengikis sifat relijius yang selama ini melekat pada masyarakat Indonesia. Karena RUU ini sama sekali tidak memperhatikan sisi agama,” katanya.

red: farah abdillah

Tags
Back to top button
Close
Close