REMAJA

Antara Kenikmatan dan Ketaatan

“Hidup di dunia hanya sebentar, nikmati saja,” Ungkapan seperti itu tidak asing di telinga kita ya gaes?

Terkadang kalimat itu menjadi senjata ampuh untuk sekedar mengajak temen kita hangout, nonton, makan bareng dan sebagainya.

Kalau kita cermati, sebetulnya tidak ada masalah dengan ungkapan di atas. Sah-sah saja. Karena faktanya, hidup di dunia ini memang hanya sebentar saja. Singkat dan sekejab. Ibaratnya hanya seperti minum teh disore hari. Sayang kalau tidak dinikmati, benar nggak?

Nah…pertanyaannya, sebagai seorang muslim, sebatas apakah kita bisa menikmati hidup? Bolehkah kita berekspresi sekehendak hati kita? Yuk ah… kita bahas!

Gaes, coba pikirkan! kita berasal dari Allah. Kemudian akan kembali kepada Allah. Tentu hidup di dunia ini harus mengikuti aturan Allah. Sebab surga dan neraka Allah yang punya. Jika kita inginkan surga yang kekal dan penuh kenikmatan serta kelezatan di dalamnya, maka kita harus taat. Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya di sini, bukan berarti kita harus menjaukan diri dari segala kesenangan dan kenikmatan dunia ya gaes! Kita boleh bersenang-senang, menikmati keindahan dunia asalkan tidak melanggar aturan Allah.

Terus, dari mana kita tau aktifitas kita itu melanggar aturan Allah atau tidak? Tentu dari Al Quran dan As Sunah. Allah menciptakan kita sudah komplit dengan aturannya. Islam adalah agama yang sempurna. Seluruh aktifitas kita dari A sampai Z diatur oleh Islam tanpa terkecuali. Dari mulai pergaulan, perekonomian, pemerintahan dan masih banyak lagi, semua diatur oleh Islam. Pokoknya dari urusan kecil sampai urusan yang besar, tidak luput dari aturan islam.

Contohnya nih gaes…, di negeri tercinta kita ini sedang sibuk mencari sosok pemimpin, nah inipun diatur oleh Islam, tidak asal-asal pilih saja. Karena jari jemari kita ini akan dimintai pertanggungjawaban atas pilihan kita. Jika pemimpin yang kita pilih ini berbuat zolim dan terus menerus menyelisihi aturan Allah, maka dosanyapun akan terus mengguyur tubuh kita. Serem ya gaes…?

Selain contoh diatas, ada hal yang lebih nampol di kalangan remaja. Yaitu masalah cinta. Pernah merasakan jatuh cinta gaes? Tentu pernah ya…, karena kita diciptakan Allah dengan dibekali naluri untuk saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain.

Jadi gaes…, jatuh cinta itu adalah sesuatu yang normal. Tinggal penyalurannya saja yang harus sesuai dengan hukum syara. Tidak boleh sesuka kita. Islam melarang pacaran, karena pacaran sangat dekat dengan zina.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan satu jalan yang buruk,” (Q.S. al-Isra: 32). Catat ya gaes…, mendekatinya saja tdk boleh! Apalagi sampai berzina, kumpul kebo.

Kita bisa mencurahkan kasih sayang antar lawan jenis, bersenang-senang mereguk nikmatnya dunia hanya dalam bingkai pernikahan. Jadi saat cinta menerpa, jika sudah mampu untuk menikah, maka bersegeralah. Jika belum mampu, berpuasalah. Supaya kita terhindar dari bermaksiat kepada Allah.

Clear ya gaes…? Islam adalah agama yang sempurna. Mengatur seluruh aspek kehidupan. Apapun aktifitas yang kita lakukan di dunia ini memiliki konsekwensi. Apakah akan menghantarkan kita ke surga atau ke neraka. Islam tidak pernah melarang untuk bersenang-senang menikmati hidup asalkan dalam bingkai ketaatan.

[Ria Asmara]

ARTIKEL TERKAIT

Close