AKIDAH

Apa Saham Kita dalam Perjuangan Islam?

Dalam Surat Al-Hajj ayat 40, Allah Ta’ala juga menegaskan, bahwa Allah akan menolong orang yang menolong agamanya (membela Islam).

ﻭَﻟَﻴَﻨﺼُﺮَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣَﻦ ﻳَﻨﺼُﺮُﻩُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻘَﻮِﻱٌّ ﻋَﺰِﻳﺰٌ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa” (QS. Al Hajj : Ayat 40).

Ath Thobari mengatakan, makna “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.” Yaitu Allah Ta’ala pasti meonolong orang-orang yang berperang di jalan-Nya agar kalimat-Nya tinggi terhadap musuh-musuh-Nya. Maka makna pertolongan Allah kepada hamba-Nya adalah bantuan-Nya kepadanya sedangkan makna pertolongan hamba-Nya kepada Allah adalah jihad orang itu dijalan-Nya untuk meninggikan kalimat-Nya.” (Tafsir At Thobari juz XVII hal 651).

Ibnu Katsir mengatakan, makna “dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya.” Orang yang menolong Allah Ta’ala dan Rasul-Nya dengan memiliki keinginannya membawa senjata. “Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.” adalah Allah menolong orang yang menolong-Nya yang sebetulnya Allah tidak membutuhkan pertolongan dari manusia. Adapun disyariatkannya jihad adalah untuk menguji sebagian kalian dari sebagian yang lain. (Tafsir Ibnu Katsir juz VIII hal 28)

Maka menjadi sesuatu yang tidak mungkin jika ada seorang mukmin yang ikhlas memperjuangkan agama Allah, menolong Agama Allah, berdakwah membela Agama Allah, kemudian Allah buat hidupnya susah dan akan menjadi beban hidup orang lain. Allah Ta’ala pasti tidak akan menyianyiakan amal seorang hambaNya.

Kita yang mengaku beragama Islam, yang meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya sesembahan yang haq untuk disembah dan kita juga yakin bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Rasulullah dan Nabi kita, maka sungguh tidak tahu diri jika kita tidak tahu apa yang harus kita perbuat untuk Islam!

Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim, apapun profesi kita, siapapun diri kita, dimanapun kita berada, pertanyaan di atas senantiasa harus tertanam dalam diri kita, untuk kemudian kita realisasikan jawabannya, semampu kita.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

Laman sebelumnya 1 2
Tags

ARTIKEL TERKAIT

Close
Close