#Pilpres 2019LAPORAN KHUSUS

Buat Apa Pilih Pak Kyai?

Untuk menangkis tudingan anti Islam, kriminalisasi ulama dan keturunan PKI, Jokowi menggandeng Kyai Ma’ruf Amin. Tapi apa gunanya bila ternyata lingkaran dia benar-benar anti Islam?.

Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam. 87 persen lebih atau 210 juta jiwa penduduk Indonesia memeluk Islam. Dalam pembukaan UUD 1945 diakui, kemerdekaan Negara ini adalah atas berkat rahmat Allah. Sila pertama dalam Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Di Negara yang kemerdekaannya diperjuangkan oleh para santri dan ulama ini, hukum Islam diakui sebagai salah satu sumber hukum nasional.

Namun, aneh tapi nyata. Di tengah-tengah Negara Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa ini, muncul sikap-sikap dan pernyataan-pernyataan anti agama. Padahal, sepanjang perjalanan bangsa Indonesia, yang tegas-tegas menyatakan diri anti agama hanyalah Partai Komunis Indonesia (PKI).

Bagai mengulang apa yang pernah dilakukan oleh tokoh-tokoh PKI di masa lalu, dalam waktu yang hanya berselang sebulan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengeluarkan dua pernyataan kontroversial.

PSI adalah salah satu partai pendukung Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019. Sebagai partai baru dan guram, PSI memang belum tentu bakal lolos parliamentary threshold. Tapi pernyataan-pernyataan politisi bau kencur mereka sudah kelewat pede. Mereka menjadi semacam die hard-nya Jokowi.

Pada 11 November 2018, di Tangerang, di hadapan Presiden Jokowi, Ketum PSI Grace Natalie terang-terangan mengatakan bila partainya tidak akan pernah mendukung peraturan daerah bernuansa agama, baik Perda Syariah maupun Perda Injil.

“Partai ini tidak akan pernah mendukung Perda Injil atau Perda Syariah,” tegas Grace dalam acara partainya yang dihadiri Jokowi, Ahad 11 November 2018. Mendengar pernyataan Grace ini, Jokowi ternyata diam saja. Konon, diam tanda setuju.

Tak hanya soal Perda Syariah, persis sebulan kemudian, 11 Desember 2018, PSI mengeluarkan pernyataan nyleneh lagi. Grace menyatakan partai yang dipimpinnya tidak akan pernah menolerir apalagi mendukung praktik poligami. PSI melarang seluruh kader, pengurus dan anggota legislatifnya (jika lolos Pemilu, red) melakukan praktik poligami.

1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

ARTIKEL TERKAIT

Back to top button
Close
Close