#Pilpres 2019OPINI

Denny JA Cs Harus Jaga Hormon Serotonin Jokowi

Setidaknya, ada delapan lembaga survei yang selama ini menunjukkan keberpihakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka adalah LSI Denny JA, Cyrus Network, Populi Centre, SMRC, Indikator Politik, PoliticaWave, Litbang Kompas, CSIS, dll. Mereka selalu menempatkan Jokowi pada angka di atas 54% untuk elektabilitas pilpres saat ini. Sebaliknya, elektabilitas Prabowo selalu mereka patok pada angka di bawah 35%.

Tak masuk akal? Memang tidak. Semua orang mengatakan begitu.

Nah, apa kira-kira tugas utama semua lembaga survei itu? Mengapa mereka serentak melakukan tindakan yang melawan logika dan fakta?

Penelusuran yang saya lakukan menunjukkan kesemua lembaga survei tersebut menjalankan fungsi yang teramat penting. Dan berat. Yaitu, menjaga agar Pak Jokowi selalu dalam ‘mood’ senang dan bahagia. Terutama di musim kapanye ini. Musim yang pasti membuat Jokowi gelisah, cemas, bercampur ciut.

Para pimpinan survei sadar betul bahwa fakta-fakta kampanye di lapangan membuktikan Prabowo-Sandi tak terbendung masuk ke Istana. Semua orang percaya, hanya kecurangan yang bisa menghalangi Prabowo.

Sambutan rakyat yang selalu gegap-gempita untuk Prabowo dan Sandi, ke mana pun mereka pergi, pasti menimbulkan stress berat bagi Jokowi. Stress inilah yang harus dicegah oleh lembaga-lembaga survei pro-Jokowi. Mereka harus ‘merawat’ batin Jokowi agar tetap dalam keadaan ceria.

Agar senantiasa senang dan bahagia di segala cuaca, kedelapan lembaga survei ini memahami betul bahwa hormon yang disebut “serotonin” harus selalu tinggi di tubuh Jokowi. Sangat berbahaya kalau hormon ini drop.

Kenapa hormon serotonin?

Karena per definisi, serotonin berfungsi untuk membangkitkan rasa senang dan bahagia seseorang. Kalangan kesehatan menyebutnya semacam zat perangsang yang menumbuhkan rasa “don’t worry, be happy”. Yakni, perasaan “tak gelisah, selalu senang”.

Konon, ada empat cara untuk menjaga produksi serotonin di dalam tubuh. Pertama, olahraga. Kedua, banyak minum dan mengkonsumsi makanan probiotik. Juga makanan yang menyediakan gizi otak. Ketiga, mengkonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi seperti kentang, roti, pastri, jagung brondong, pretzel (semacam roti kering), dlsb. Keempat, bisa dibantu dengan vitamin B6 dan B12.

1 2Next page
Tags

ARTIKEL TERKAIT

Back to top button
Close
Close