NASIONAL

Di Dewan Dakwah, Prabowo Teringat M Natsir dan Kawan Lamanya

Jakarta (SI Online) – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto hadir dalam acara Haflah Idul Fitri 1439 Hijriah yang digelar oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) di aula gedung DDII, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018).

Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan hubungannya dengan tokoh-tokoh Dewan Dakwah sudah terjalin sejak lama. “Saya silaturahim kesini bertemu sahabat lama sejak puluhan tahun lalu. Dengan Dewan Dakwah saya teringat Mohammad Natsir, sebuah kehormatan kenal beliau, saat Petisi 50 beliau agak dikucilkan, tapi saya datang ke rumah beliau saat menjadi perwira aktif,” ungkapnya.

Selain Pak Natsir, Prabowo juga teringat sahabat lamanya lainnya di Dewan Dakwah seperti almarhum Anwar Haryono, Husein Umar, Ahmad Sumargono. “Saya dekat dengan beliau-beliau,” ujarnya.

“Saat saya hijrah ke Jordan, merekalah yang menengok saya. Dan sekarang saya juga bersama Pak Amien Rais menengok yang hijrah ke Mekkah (Habib Rizieq Syihab),” tambah Prabowo.

Selain mengenang persahabatannya dengan tokoh-tokoh generasi awal Dewan Dakwah, Prabowo juga mengungkapkan tentang kondisi bangsa saat ini. Menurutnya negara sedang dalam keadaan sakit.

Ia mengambil perumpamaan bahwa suatu negara ibaratkan tubuh manusia. Jika tubuh dalam keadaan sakit harus datang ke dokter dan laboratorium untuk diperiksa.

Demikian pula dengan suatu negara. Namun menurutnya, para elite bangsa tidak percaya bahwa negara Indonesia dalam keadaan sakit, malahan cenderung menutupi penyakit tersebut untuk menipu rakyat.

“Jadi kalau kita datang ke laboratorium dan kolesterol kita 300 justru kita marah dengan hasil laboratorium itu. Kenapa kok kasih 300, yang disalahkan lab-nya. Jadi elite negara tidak mau percaya dengan kondisi yang sebenarnya. Inilah sifat elite, suka menipu rakyat dan menipu diri sendiri,” kata Prabowo.

Menurutnya, kondisi bangsa kita menuju titik kritis. “Badan kalau hilang darah lama-lama kolaps, bangsa kita yang kaya ini kalau dicuri terus lama-lama akan kolaps juga,” ungkapnya.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, menurut Prabowo tidak mungkin ada keadilan, kedaulatan dan kesejahteraan.

Oleh karena itu, kata Prabowo, nasib bangsa ke depan tergantung kita sendiri. Menurutnya, kalau kita tidak bersatu dan berjuang untuk merubahnya, nasib bangsa akan selalu seperti ini bahkan bisa lebih buruk lagi.

Selain Prabowo, acara silaturahim tersebut dihadiri pula oleh Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sementara tokoh-tokoh Islam dari DDII yang hadir antara lain KH Muhammad Siddiq, KH Cholil Ridwan, Aru Syeif Assadullah dan lainnya. Selain tokoh politik dan tokoh dewan dakwah, banyak juga tokoh-tokoh Islam dari organisasi lainnya yang hadir.

red: adhila

ARTIKEL TERKAIT

Close