#Pilpres 2019NASIONAL

Diserang Fitnah, UAS: Apa yang Terjadi pada Saya, Kuserahkan Semua pada Allah

Jakarta (SI Online) – Dai sejuta viewers asal Pekanbaru, Riau, Ustaz Abdul Somad (UAS) sedang mendapatkan serangan fitnah sebagaimana yang dia perkirakan sebelumnya.

Serangan fitnah terhadap UAS keluar melalui akun Twitter mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu, @saididu, yang sudah di-hack oleh pihak lawan terlebih dahulu. Serangan itu berisi soal kehidupan pribadi UAS seperti rumah tangga dan fitnah pemberian harta dari Capres Prabowo Subianto.

Terhadap semua serangan fitnah yang dilancarkan kepadanya, melalui akun Instagramnya, @ustadzabdulsomad, UAS menuliskan pernyataan berisi penyerahan diri kepada Allah.

“Apa yang terjadi pada saya, kuserahkan semua pada Engkau ya Allah, yang penting sudah ku sampaikan,” tulis Ustaz Somad, Ahad 14 April 2019.

Serangan terhadap UAS ini tidak terlepas dari pertemuan dan dialognya dengan calon presiden Prabowo Subianto berapa hari lalu.

Dalam pertemuan dengan Prabowo, seperti disiarkan stasiun televisi tvOne, Kamis malam (11/04) lalu, UAS bercerita tentang pertemuannya dengan sejumlah ulama kasyaf. Para ulama itu menyebut nama Prabowo.

UAS mengaku telah berpikir lama, mengapa para ulama itu membisikkan nama Prabowo pada dirinya. Lalu ia pun berkesimpulan jika hal itu harus disampaikan kepada Prabowo. Kata UAS jika kabar tersebut tidak disampaikan akan menjadi penyesalan dirinya seumur hidup.

“Setelah ketemu ini selesai, ku serahkan semuanya kepada Allah Swt. Apa yang terjadi pada saya ku serahkan pada Engkau Ya Allah. Yang penting sudah kusampaikan,” kata UAS kepada Prabowo.

UAS mengaku lega telah menyampaikan pesan itu kepada Prabowo secara langsung. Ia pun menyadari selepas pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu bakal memunculkan fitnah pada dirinya.

“Plong malam ini saya bisa tidur lelap. (lalu tersenyum). Hanya saja tentu fitnah tentu banyak,” kata UAS.

Lalu UAS menyampaikan dua permintaan yang memiliki makna tinggi dalam kapasitasnya sebagai seorang ulama.

“Kalau Bapak duduk jadi presiden, terkait dengan saya pribadi, dua saja. Pertama, jangan undang saya datang ke istana. Biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan. Karena memang saya dari awal di sana. Saya orang kampung, dari hutan ke hutan,” kata UAS.

red: shodiq ramadhan

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Back to top button
Close
Close