NASIONAL

Fahira: Pengambilalihan Pengelolaan Air oleh Pemprov DKI Tepat dan Berani

Jakarta (SI Online) – Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil alih pengolahan dan pelayanan air bersih di Jakarta dari pihak swasta, yakni PT Aetra dan PT Palyja dinilai langkah tepat dan berani.

Dikembalikannya pengelolaan dan pelayanan air bersih ke negara dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga dianggap bentuk nyata janji Anies saat kampanye, yaitu “Maju Kotanya, Bahagia Warganya”.

Anggota DPD RI DKI Jakarta Fahira Idris di Jakarra, Selasa mengungkapkan, keputusan Gubernur Anies ini adalah kabar bahagia bagi warga Jakarta di tengah hiruk pikuk Pemilu 2019.

Akhirnya, setelah dua dekade, negara dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta, mengambil keputusan yang tepat dan berani untuk mengembalikan kedaulatan warga atas air bersih serta menjalankan amanat konstitusi memenuhi kebutuhan warga atas air bersih.

“Tepat karena keputusan ini sudah melalui kajian yang mendalam dan proses pengambilalihannya lewat tindakan perdata melalui mekanisme pertemuan dengan Palyja maupun Aetra,” kata Fahira.

Keputusan itu jufa dinilai berani. Pertama karena dilakukan saat ini atau tidak menunggu kontrak selesai pada 2023.

Kedua, karena keputusan ini diambil saat permohonan PK Menkeu dikabulkan oleh MA yang artinya air bersih di Jakarta masih milik swasta.

“Keputusan stop swastanisasi air ini menegaskan, Gubernur Anies lebih memilih berdiri bersama warga,” ujar Fahira Idris.

Menuruf Fahira, selama air menjadi barang yang “mahal dan eksklusif,” sebuah kota tidak akan kunjung mencapai kemajuan. Ini karena air bersih adalah kebutuhan pokok manusia untuk dapat bertahan hidup.

1 2Laman berikutnya
Tags

ARTIKEL TERKAIT

Back to top button
Close
Close