SIRAH NABAWIYAH

Isra Miraj: Peristiwa Sarat Makna

Pada bulan Rajab, terdapat sejarah peristiwa penting bagi umat Islam. Yakni Isra Mi’raj, yang sungguh sarat dengan makna. Peristiwa ini terjadi setelah Rasul Saw bersama para sahabat menempuh waktu 11 tahun perjalanan dakwah di tengah-tengah masyarakat.

 

Proses dakwah Rasul ini tentunya tidak berjalan dengan mulus, selalu ada hambatan dan rintangan yang dihadapi oleh Rasul dan para sahabat. Mulai dari siksaan, dipukul, dilempari batu dan kotoran dsb. Rasul pun dicap sebagai orang gila dan tukang sihir karna menyampaikan Risalah Islam ini. Kehidupan mereka pun dipersulit dengan cara perdagangan mereka dirusak, harta kekayaan dirampas, pemboikotan. Mereka pun tidak disapa dan dikucilkan. Kebutuhan pangan pun menjadi sangat sulit hingga kelaparan mendera mereka. Namun Rasul dan para sahabat tetap sabar.

Rasul SAW dan para sahabat terus melanjutkan perjuangan dengan penuh kesabaran dan keyakinan, bahwa suatu saat pertolongan Allah pasti akan datang. Beliau tetap istiqamah meski kaum Quraisy menghadang dengan berbagai cara, yang semakin hari semakin bengis dan ganas. Beliau malah meningkatkan intensitas dakwahnya meski konsekuensinya siksaan dan penderitaan.

Disaat kondisi inilah Allah Swt menghendaki untuk meng-Isra Mi’raj-kan beliau dalam rangka menunjukkan kepada Rasul tanda-tanda kekuasaan-Nya. Peristiwa Isra Mi’raj ini menjadi berita gembira bagi Rasul dan kaum Muslim. Dalam peristiwa ini, selain diturunkan kewajiban shalat lima waktu, juga penuh dengan isyarat Allah SWT, bahwa tidak lama lagi pertolongan Allah akan datang.

Pada faktanya, tidak lama setelah peristiwa Isra Mi’raj banyak penduduk yang memeluk Islam lalu mereka mendakwahkan Islam di Madinah. Sekitar setahun setengah kemudian Rasul hijrah ke Madinah, segera setelah itu berdirilah Daulah Islam. Negara Islam ini yang disebut dengan Khilafah (pasca Rasul wafat). Tak lama kemudian Khilafah menjadi negara adidaya, yang menebarkan rahmat dan menyebarkan risalah Islam ke seluruh dunia selama tidak kurang dari 13 abad lamanya.

Tak jauh berbeda dengan jaman Rasul, perjuangan umat Islam saat ini telah lama mengalami berbagai macam kesulitan. Dituduh sebagai teroris, sumber kerusakan, tak beradab, barbar, anti kemajuan, dsb. Para pengemban dakwahnya pun banyak dipersekusi. Mereka diawasi, disiksa secara fisik, dipersulit kehidupannya, dipenjarakan, diasingkan, dan lain-lain.

Dalam menghadapi itu semua, kita harus meneladani sikap Rasul Saw dan para sahabat, yaitu tetap sabar dan istiqamah di jalan dakwah. Sikap itulah yang nantinya akan mendatangkan pertolongan Allah Swt.

Karna sebab itu, kita harus terus menyerukan Islam ke tengah – tengah  masyarakat, mendorong mereka menerapkan syariah Islam secara keseluruhan dalam mengatur kehidupan ini. Kita harus tetap berpegang teguh dengan ide dan metode Islam. Kita tidak boleh menoleh bahkan harus membuang semua yang tidak berasal dari Islam seperti sekularisme, liberalisme, sosialisme, feminisme, dll.

Kita harus istiqamah berpegang pada ide dan metode Islam, seperti yang Rasul lakukan dulu saat Beliau berdakwah ditengah – tengah kerasnya tantangan dakwah. Hendaknya kita harus selalu yakin, jika kita tetap sabar dan istiqamah, insyaallah tidak lama lagi pertolongan Allah Swt pasti datang. Aamiin. Wallahu a’lam bishawab.

Naely Lutfiyati Margia
Bidan, tinggal di Cilengkrang, Kabupaten Bandung

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close