IBADAH

Jangan Lewatkan Shalat Malam

Tidak mudah mengerjakan amal sholih yang satu ini, namun bagi yang sudah terbiasa melaksanakannya akan terasa ringan karena Allah memudahkannya.

Tapi bagi yang tidak terbiasa apalagi sholat subuhnya selalu telat dan jarang berjamaah dimesjid, jangan berharap banyak bisa melakukan ibadah yang Rasululullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam nyatakan sebagai ibadah sholat setelah sholat wajib. Dan ini merupakan amal sholih para sahabat dan salafusholih yang tak pernah absen melakukannya.

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ صَلاَةِ الْمَفْرُوْضَةِ، صَلاَةُ اللَّيْلِ.

“Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat yang dilakukan di malam hari.” (HR. Muslim)

Rasanya kebanyakan orang lebih asyik menikmati tayangan piala dunia sepak bola dari pada sholat malam walau beberapa roka’at saja. Begitulah hawa nafsu ketika sudah menguasai hati seorang hamba, dia rela mengorbankan waktu waktu yang mulia untuk sekedar menikmati sesuatu yang tidak ada manfaatnya baik dunia terlebih lagi akhirat. Padahal salafusholih tidak pernah tertinggal barang sejenak waktu yang istimewa itu.

Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma mengatakan, “Tak ada satu pun malam yang terlewatkan oleh mereka melainkan mereka melakukan shalat walaupun hanya beberapa raka’at saja.” (Tafsiir ath-Thabari)

Allah Ta’ala, berfirman:

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ

“Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun,” (QS. At-Tur 52: Ayat 48)

وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبٰرَ النُّجُومِ

“dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang-bintang (pada waktu fajar).” (QS. At-Tur 52: Ayat 49)

Diayat yang lain, Allah Ta’ala menjuluki mereka dengan istilah lambung yang jauh dari tempat tidur, artinya perut dan tubuh mereka tidak banyak tidur diwaktu malam akibat kekenyangan. Ciri dan sifat orang yang selalu kenyang badan gemuk gampang tidur, dan kalau sudah tidur pasti berat untuk bangun.

Allah Ta’ala, berfirman:

تَتَجَافٰى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُونَ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah 32: Ayat 16)

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan apa yang mereka lakukan adalah shalat malam dan meninggalkan tidur serta berbaring di atas tempat tidur yang empuk.” (Tafsir Ibni Katsir)

Al-‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Cobalah renungkan bagaimana Allah membalas shalat malam yang mereka lakukan secara sembunyi dengan balasan yang Ia sembunyikan bagi mereka, yakni yang tidak diketahui oleh semua jiwa. Juga bagaimana Allah membalas rasa gelisah, takut dan gundah gulana mereka di atas tempat tidur saat bangun untuk melakukan shalat malam dengan kesenangan jiwa di dalam Surga.”

Dari Asma’ binti Yazid Radhiyallahu anha, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَمَعَ اللهُ اْلأَوَّلِيْنَ وَاْلآخِرِيْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، جَاءَ مُنَادٍ فَنَادَى بِصَوْتٍ يَسْمَعُ الْخَلاَئِقُ: سَيَعْلَمُ أَهْلُ الْجَمْعِ اَلْيَوْمَ مَنْ أَوْلَى بِالْكَرَمِ، ثُمَّ يَرْجِعُ فَيُنَادِي: لِيَقُمَ الَّذِيْنَ كاَنَتْ (تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ) فَيَقُوْمُوْنَ وَهُمْ قَلِيْلٌ.

“Bila Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang terakhir pada hari Kiamat kelak, maka datang sang penyeru lalu memanggil dengan suara yang terdengar oleh semua makhluk, ‘Hari ini semua yang berkumpul akan tahu siapa yang pantas mendapatkan kemuliaan!’ Kemudian penyeru itu kembali seraya berkata, ‘Hendaknya orang-orang yang ‘lambungnya jauh dari tempat tidur’ bangkit, lalu mereka bangkit, sedang jumlah mereka sedikit.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam al-Musnadul Kabiir (IV/373)

Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita semua terbiasa bangun di sepertiga malam, waktu yang istimewa ini jangan dilewatkan begitu saja…yuukk bangun malam, latih diri ini agar tidak malas untuk bangun malam, walau hanya untuk sholat witir satu rokaat saja.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

ARTIKEL TERKAIT

Close