NASIONAL

Jokowi: Guru Terampil Harus Lebih Besar dari Guru Pancasila, Agama dan Bahasa Indonesia

Depok (SI Online) – Presiden Joko Widodo mengatakan pendidikan ke depan akan difokuskan ke vokasi sehingga guru terampil jumlahnya harus lebih banyak ketimbang guru normatif.

“Sekolah vokasi, SMK, guru-guru harus di-‘upgrade’ terutama yang berkaitan dengan kemampuan skill, kemampuan guru dalam melatih siswanya. Guru yang terampil harus lebih banyak dari guru normatif,” kata Jokowi saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan di Pusat Pendidikan dan Latihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sawangan, Depok, Selasa (12/02), seperti dilansir ANTARA.

Jokowi mengungkapkan saat ini guru normatif di sekolah vokasi masih mendominasi sekira 65 persen dibanding guru terampil.

Jokowi mencontohkan guru normatif itu adalah guru mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia.

Jokowi berharap dengan lebih banyaknya guru-guru terampil, maka para siswa memperoleh mata pelajaran yang bisa diterapkan langsung untuk dunia kerja.

Untuk itu, Jokowi meminta para kepala dinas pendidikan yang hadir untuk memperbaiki kondisi ini sehingga kedepannya harus lebih banyak guru terampil agar lulusan SMK bisa langsung siap menghadapi dunia kerja.

“Yang 35 persen ini tugas kementerian bapak ibu semua untuk menyiapkan ini, meng-upgrade, bisa melatih agar guru terampil itu lebih banyak,” kata Jokowi.

red: farah abdillah

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Back to top button
Close
Close