ALIRAN SESAT

Kerajaan Ubur-ubur Aliran Sesat Baru

Aliran sesat bernama kerajaan ubur-ubur yang dipimpin oleh pasutri bernama Rudi dan Aisyah di kota Serang-Banten menghebohkan warga. Pasutri yang dikenal sebagai paranormal di daerahnya mulai membuat warga resah karena mereka mencoba mempengaruhi banyak orang dengan ajaran yang menyimpang dari agama.

Diantaranya, mereka mengatakan kalau Nabi Muhammad adalah seorang perempuan. Aisyah yang mengaku sebagai ratu kerajaan ubur-ubur juga sering menyimpulkan sendiri tafsiran Al-Qur’an untuk menarik pengikut. Mereka bahkan mulai menyebarkan ajaran sesatnya melalui akun media sosial facebook bernama Maha Aina Dewi untuk menjaring pengikut. Nama Kerajaan ubur-ubur sendiri diambil dari sifat ubur-ubur, ketika bersatu hewan lunak itu bisa menjadi kuat bahkan mampu menenggelamkan kapal besar.

Aisyah, sang ratu Kerajaan Ubur-Ubur mengumbar bahwa dirinya memiliki akses untuk mencairkan uang di luar negeri. Bank Swiss dan Bank Griffin 1999 Birmingham, masuk ke dalam daftar nama bank yang disebut Aisyah menyimpan uang yang bisa dicairkan para anggota Kerajaan Ubur-Ubur. Namun, ada syaratnya.

Untuk mendapatkan kunci untuk bisa mencairkan dana di kedua bank itu, mereka harus melakukan zikir versi mereka yang dilakukan pada malam Jumat hingga pukul 04.00 WIB.

“Zikir yang mereka lakukan, dilakukan untuk membuka kunci yang konon katanya adalah kunci kekayaan bangsa Indonesia yang selama ini terpendam,” kata AKBP Komarudin, Kapolresta Serang, Selasa, 14 Agustus 2018.

Menjawab keresahan warga, raja dan ratu dari kerajaan ubur-ubur bersama belasan pengikutnya telah diamankan pihak yang berwajib. Warga berserta lima ketua RT dan RW 07 Sayabulu juga sepakat untuk menolak pengikut dan pimpinan kerajaan ubur-ubur kembali ke lingkungan mereka. (liputan6.com)

Ini hanya satu dari sekian banyak aliran sesat yang ada di Indonesia, karena sebelumnya juga banyak aliran sesat lainnya seperti Ahmadiyah dan Kerajaan Eden. Lemahnya penegakan hukum di negeri ini membuat berbagai aliran sesat tumbuh subur bak jamur di musim penghujan. Sekali lagi sistem liberal kapitalis yang membuat orang bebas berbuat semaunya atas dasar kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia. Tidak adanya tindakan tegas dari pemerintah terhadap pelaku ajaran sesat dan penista agama membuat mereka tidak jera.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai, hukuman penjara tidak efektif bagi para pengikut aliran sesat. Mereka harusnya diberi bimbingan agar kembali ke jalan yang benar.

Di dalam Islam kemuliaan Islam dan akidah umat adalah hal yang sangat penting untuk dijaga. Oleh karena itu Nabi Muhammad Saw dan para sahabat akan bertindak tegas kepada para pelaku aliran sesat. Pertama-tama mereka diberi peringatan terlebih dahulu kalau mereka mau bertaubat maka mereka dibebaskan. Tapi kalau tidak mau maka mereka akan diperangi dan dibunuh.

Nabi Palsu pada Masa Nabi Saw dan Khulafaur Rasyidin

Pada masa Nabi, muncul Nabi palsu di Yaman bernama Abhalah bin Ka’ab bin Ghauts Al-Kadzdzab, atau yang lebih dikenal sebagai Al-Aswad Al-Ansi. Al-Aswad pernah mengirim surat kepada Rasulullah Saw, “Hai orang-orang yang membangkang kepada kami, kembalikanlah tanah kami yang telah kalian rampas. Berikan kepada kami apa yang telah kalian kumpulkan, karena kami lebih berhak memilikinya. Adapun kalian, cukuplah kalian dengan apa yang kalian miliki.”

Al-Aswad mati dibunuh oleh istrinya, Idzan, yang bekerja sama dengan pasukan kaum muslimin dalam strategi yang jitu. Berita matinya Al-Aswad sampai ke Madinah pada pagi hari wafatnya Rasulullah Saw. Namun, ada juga riwayat yang mengatakan bahwa kabar tersebut sampai Madinah ketika Khalifah Abu Bakar baru saja selesai mempersiapkan pasukan Usamah.

Di Yamamah, juga muncul nabi palsu bernama Musailimah bin Tsumamah bin Habib Al-Kadzdzab. Musailamah (bukan Musailamah) pernah datang kepada Nabi bersama rombongannya dari Bani Hanifah. Dia berkata, “Jika Muhammad menyerahkan perkara ini kepadaku setelah dia meninggal, aku akan mengikutinya.”

Mendengar apa yang dikatakan Musailimah, Nabi bersabda, “(Jangankan kenabian), kamu minta tongkat ini dariku saja tidak akan aku berikan. Sungguh, jika kamu pergi, niscaya Allah akan menyembelihmu. Sesungguhnya telah diperlihatkan kepadaku apa yang akan terjadi padamu.”

Nabi benar. Musailimah mati oleh Wahsyi bin Harb. Dia lempar Musailimah dengan tombak, Musailamah mati pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Masih pada masa Nabi, dari Bani Asad muncul nabi palsu bernama Thulaihah bin Khuwailid bin Naufal. Pada tahun sembilan Hijrah, dia datang bersama kaumnya kepada Nabi dan menyatakan keislamannya. Ketika Nabi sakit keras, dia memproklamirkan dirinya sebagai nabi. Dia ingin menggantikan Nabi Muhammad Saw sepeninggal beliau.

Thulaihah dan pasukannya pernah beberapa kali bertempur dengan kaum muslimin dan selalu kalah. Bersama istrinya, dia kabur ke Syam (sekarang Suriah). Dia mendapatkan hidayah dan kembali ke pangkuan Islam. Thulaihah mati syahid dalam Perang Nahawand tahun 21 H. Wallahu a’lam bishawab.

Rosmita
(Muslimah Peduli Umat)

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker