NASIONAL

Ketum MUI: Tidak Ada Masjid Radikal

Jakarta (SI Online) – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin menegaskan, tidak ada masjid radikal, seperti diklaim oleh LSM Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) beberapa waktu lalu.

“Masjid itu tidak ada yang radikal, yang radikal itu khotibnya. Masjid itu radikal apa, harus diteliti lagi. Saya nggak paham, kalau masjid dikatakan radikal,” ungkap Kyai Ma’ruf di Kantor MUI Pusat Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa siang (17/07/2018).

Kyai Ma’ruf mencontohkan, ucapan khatib atau dai yang disebut radikal adalah yang memprovokasi dan mempersoalkan lagi Pancasila yang merupakan kesepakatan seluruh bangsa Indonesia.

Ketika ditanya, kenapa hanya masjid yang menjadi sorotan? Kenapa tidak dengan rumah ibadah lain? Dikatakan Kyai Ma’ruf, semua tokoh agama di rumah ibadah manapun harus dicegah kalau ucapannya mengarah pada provokasi dan ingin mengubah apa yang telah disepakati bersama.

Sebelumnya, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) bekerja sama dengan Rumah Kebangsaan (RK) dengan waktu penelitian 29 September – 21 Oktober 2017, mengklaim telah menemukan 41 dari 100 masjid di lingkungan pemerintahan yang berada di Jakarta terindikasi radikal dalam materi khutbahnya.

red: shodiq ramadhan

ARTIKEL TERKAIT

Close