NASIONAL

Kiat-kiat Menikmati Indahnya Ramadhan

Bogor (SI Online) – Bulan yang telah ditunggu-tunggu oleh umat Islam telah tiba, maka perlu kiranya umat Islam memaksimalkan diri dan berusaha menikmatinya. Sangat disayangkan apabila umat Islam telah menunggu namun pada ujungnya tidak bisa menikmati Ramadhan itu sendiri.

Ada dua golongan, golongan pertama yang disabdakan oleh Nabi Muhammad yaitu: Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka diampuni semua dosanya yang telah lewat. (HR Bukhâri dan Muslim)

Kemudian golongan yang kedua disabdakan, “Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” (HR. Ibnu Majah )

“Tergantung kita sekarang mau menjadi golongan yang mana, kalau pun ingin menjadi golongan yang pertama maka semenjak malam pertama ini kita menyiapkan untuk menikmati bulan ramadhan,” jelas Ustaz Ma’mun El Thubany dalam ceramah tarawih di Masjid Alumni IPB Bogor, Rabu malam (17/5/2018).

Agar bisa menikmati keindahan dan kemuliaan Ramadhan, Ustaz Ma’mun menguraikan kiat-kiatnya.

Pertama, senantiasa bertawakkal kepada Allah. Tidak ada yang mengizinkan selain Allah. “Jika kita bertawakkal kepada Allah yakinlah kita bisa menikmati bulan mulia ini. Al Imam Ibnu Qayyim memaparkan sesuai dengan kesepakatan ulama bahwasanya salah satu indikasi taufiq dari Allah yang Allah berikan kepada manusia pertolonganNya artinya kita mendapat taufiqNya maka kita mendapat kemudahan untuk melakukan kebaikan,” jelasnya.

Kedua, menyiapkan diri untuk bertaubat kepada Allah. Menyambut bulan mulia ini kita harus memperbanyak istighfar kepada Allah. Sesungguhnya yang menjadi pemberat kita dalam melakukan ibadah adalah dosa-dosa kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Ketika Ramadhan datang maka dibukalah pintu-pintu surga, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dirantailah syetan-syetan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ketiga, membentengi diri kita dari hal-hal yang menyebabkan puasa menjadi sia-sia. “Puasa dalam pengertian bahasa adalah menahan diri dari tidak makan dan tidak minum dari mulai fajar hingga terbenamnya matahari. Kalau kita mengartikan puasa secara bahasa dan sempit saja seperti ini maka pasca ramadhan kita cuma menjadi biasa-biasa saja,” ujar Ustaz Ma’mun.

Sudah sejauh mana peningkatan diri kita selama melewati Ramadhan selama ini. Rasulullah pernah berkata bahwa ketika datang bulan Ramadhan kemudian Ramadhan itu lewat begitu saja dan orang yang melaluinya keluar dari bulan Ramadhan tidak mendapatkan ampunan Allah itu termasuk orang yang sangat merugi. Bentengi diri dari hal-hal yang menghabiskan pahala dari puasa.

“Apabila kalian berpuasa maka jadikan telinga kalian, penglihatan kalian, dan lisan kalian juga berpuasa. Berpuasa dari bicara dusta dan perbuatan haram lainnya. Jauhi tindakan mengganggu tetangga. Jadikan diri kalian orang yang berwibawa dan tenang ketika sedang berpuasa. Jangan jadikan hari puasa kalian sama dengan hari ketika kalian tidak berpuasa.”

Keempat, meraih lailatul qadar. Karena hanya khusus di bulan ramadhan dan di sepuluh hari terakhir. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan”

Lailatul qadar adalah malam terbaik. Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar: 1)

Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar: 3-5).

Ustaz Ma’mun berpesan agar kita bisa istiqomah dalam menggapai malam lailatul qadar. Ulama mengatakan orang yang mendapat lailatul qadar berarti setelah ramadhan ibadah dan perilakunya akan menjadi lebih baik. Sisi lain para salafush sholeh juga mengatakan ciri-cirinya kebaikan yang dilakukan oleh seseorang dan kebaikan itu diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala itu melahirkan kebaikan lain dan manfaatnya kepada orang lain.

“Mudah-mudahan kita semua menjadi orang yang beruntung dalam mendapatkan ampunan Allah dan bisa menikmati bulan Ramadhan hingga di penghujung Ramadhan sehingga menjadi orang yang lebih baik pula dalam beribadah dan berperilaku,” tandasnya.

rep: iqbal
red: adhila

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close