SURAT PEMBACA

Menghadirkan Ramadhan Sepanjang Tahun

Sahabat, Ramadhan kini sudah berlalu. Bulan yang penuh kemuliaan dimana kaum muslimin berloba-lomba agar bisa meraih kemuliaannya. Mesjid-mesjid ramai, Alquran ditilawahkan dimana-mana bahkan seiap saat, kajian keislaman menjamur, kemaksiatan pun seolah malu untuk muncul. Tingkat ketaqwaan individu dan masyarakat pun ditempa dengan ibadah puasa Ramadhan beserta aktivitas ibadah didalamnya. Ditempa untuk bisa menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa serta kemaksiatan lainnya.

Namun, sangat sedih jika berakhirnya Ramadhan, biasanya suasana keislaman seolah ikut berakhir. Semarak kegiatan keislaman terhenti, masjid -mesjid kembali sepi, aroma kemaksiatan pun mulai terasa. Akibatnya, ketaqwaan yang telah ditempa bisa saja tergerus kemudian kembali kepada kondisi semula seperti sebelum Ramadhan.

Memang, bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa, banyak amalan-amalan yang tidak bisa kita lakukan dibulan lainnya, berikut juga special reward yang hanya diberikan Allah pada bulan Ramadhan. Namun, bagaimana jika kita bisa menghadirkan spirit Ramadhan sepanjang tahun? melanjutkan suasana keislaman yang sudah sebulan dibentuk. Berikut ini beberapa tips yang Insyaallah bisa kita upayakan:

Melanjutkan kebiasaan pola aktivitas selama Ramadhan. Selama Ramadhan kita sudah dilatih untuk bangun lebih awal, untuk sahur. Kemudian mengisi waktu setelah subuh dengan tilawah atau kajian subuh. Pola ini sangat baik kita lanjutkan setelah Ramadhan, terbukti, dengan bangun lebih awal, lebih banyak aktivitas yang bisa dikerjakan. Apalagi, biasanya jam biologis tubuh akan tersetel jika kita sudah dibiasakan selama Ramadhan. Tidak akan sesulit mengawalinya.

Membuat target amaliyah seperti saat Ramadhan. Di Bulan Ramadhan biasanya kita rajin membuat target amaliyah, mulai dari tilawah, tarawih, sedekah dll. Nah, tidak ada salahnya, di bulan berikutnya kita melakukan hal yang sama. Tuliskan target-target yang realistis dan terjangkau. Agar kita semangat dalam menjalaninya. Target yang terlalu tinggi malah bisa membuat kita pesimis.

Membuat prioritas amal. Diantara beberapa target amaliah, kiranya kita bisa runutkan dari amal yang prioritas. Ini akan memudahkan kita untuk mengatur waktu dalam melaksanakannya. Misalnya, prioritas di bulan syawal adalah shaum syawal dan silaturahmi. Maka, kita akan lebih focus kepada amalan tersebut.

Meneruskan Mengkaji Islam. Biasanya, selama Ramadhan kita sangat semangat berburu ikut kajian keislaman. Apalagi, selama Ramadhan masjid-mesjid ramai mengundang ustad/ustazah yang special dengan tema kajian special pula. Hal ini sangatlah bagus jika tidak berhenti selesai Ramadhan. Bisakita lanjutkan mengikuti kajian keislaman yang memang diadakan secara rutin/berkelanjutan, bukan hanya yang incidental. Harapannya, materi yang kita dapatkan lebih terstruktur dan berkelanjutan. Selain itu, kita akan mendapatkan teman-teman seperjuangan dalam menjaga semangat belajar dan ketaatan.

Harapan kita adalah bisa meneruskan spirit ketakwaan yang sudah ditempa di bulan Ramadhan. Sebagaimana tujuan dari ibadah puasa itu sendiri, laalakum tattaqun. Karena takwa, taat kepada semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya tidak hanya berlaku saat Ramadhan saja bukan? Tapi setiap harinya, di bulan apapun, sepanjang tahun, ketaqwaan seperti di bulan Ramadhan senantiasa kita hadirkan. Semoga dengan beberapa tips diatas kita bisa mewujudkannya. Insyaallah.

Idea Suciati
Member Komunitas Revowriter

ARTIKEL TERKAIT

Close