OPINI

Pangan Melimpah, tapi Hidup Kian Susah

Setiap menjelang pergantian tahun dan perayaan Natal, harga barang pangan akan ikut merangkak naik. Hal ini menuai protes dari para ibu rumah tangga, disebabkan oleh banyaknya permintaan barang sementara bahan pokok terbatas. Sehingga mengakibatkan harga barang melonjak tinggi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Kepala Bagian Analisa Kebijakan Produktivitas Biro Administrasi Perekonomian dan SDA, Pemerintah DIY, Deden Rokhanawati mengatakan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok terjadi di Pasar Wates jelang masa libur perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 (Tribunjogja.com, 17/12/2018).

Kontras dengan pernyataan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita. Ia mengatakan, dengan cukupnya ketersediaan komoditas pangan, pihaknya menjamin jika harga tidak akan bergejolak sehingga tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat (Liputan6.com, 15/12/2018). Hal ini diperkuat dengan ungkapan yang disampaikan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan stok dan harga bahan kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru stabil (Liputan6. com, 13/ 11/ 2018). Lantas, mengapa demikian? Wacana pangan melimpah, namun faktanya cenderung membuat hidup susah.

Mengurai Masalah

Jika menengok fakta di atas, kenaikan harga tersebut dapat disebabkan karena mengalami kekurangan stok kebutuhan pangan. Hal ini diakibatkan karena melonjaknya permintaan terhadap suatu barang pokok menjelang perayaan natal dan tahun baru. Sedangkan bahan pokok terbatas, maka para pedagang akan menaikan harga barang tersebut.

Dari adanya hal itu, tidak sedikit para pemegang kebijakan mengambil kebijakan pragmatis yaitu memilih untuk melakukan impor dalam mengatasi masalah ini. Solusi itu, tidak dapat dipungkiri mampu menyelesaikan permasalahan konsumsi kebutuhan dalam negeri. Namun, perlu diketahui bahwa hal ini dapat melahirkan banyaknya masalah baru, jika tetap melakukan kebijakan impor dalam jangka panjang.

Tidak hanya itu, terjadinya penurunan semangat kerja petani dalam hal memproduksi hasil pertanian. Hal ini diakibatkan, karena mereka tidak mampu bersaing dengan produk impor yang harganya lebih miring bahkan lebih murah dibandingkan produk petani dalam negeri. Inilah yang cukup membuat masyarakat gelisah dan resah.

Selain itu, hal ini juga akan membuat masyarakat bersifat pragmatis dan menimbulkan hilangnya mata pencaharian mereka. Pun akan membuat negeri ini mengalami ketergantungan kepada negara lain.

1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

ARTIKEL TERKAIT

Close
Close