#Pilpres 2019OPINI

Prabowo Bikin Timses dan Pendukungnya Frustrasi

Dua kali pelaksanaan debat, semakin membuka mata publik siapa sesungguhnya Prabowo Subianto. Dia belum sepenuhnya bermetamorfosa menjadi “politisi sesungguhnya.” Sikapnya membuat timses dan para pendukung frustrasi.

Presiden AS ke-26 Theodore Roosevelt Jr pernah mengingatkan. “Politisi paling sukses adalah mereka yang mengatakan apa yang paling sering dipikirkan orang dengan suara paling keras.”

Doktrin ini tidak berlaku bagi Prabowo. Dia punya prinsip yang berbeda. Sikapnya sering bertentangan dengan apa yang dipikirkan oleh banyak orang.

Banyak anggota timses dan pendukungnya kecewa ketika Prabowo menolak menyerang balik Jokowi dalam dua kali debat. Padahal Jokowi dalam setiap debat selalu menyiapkan amunisi untuk menyerang sisi personal Prabowo. Jokowi bahkan tidak peduli datanya salah. Serang dulu, benar salah urusan belakang.

Pada debat pertama cawapres Sandiaga Uno mengaku sudah menyiapkan pertanyaan yang menohok untuk Jokowi. Yakni soal penanganan kasus penyidik KPK Novel Baswedan. Hampir dua tahun berlalu, kasus itu belum juga terungkap.

Isu ini sangat ditakuti Jokowi. Janjinya untuk menuntaskan kasus tersebut tak kunjung terpenuhi. Hanya sepekan sebelum pelaksanaan debat pertama, tiba-tiba Mabes Polri membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus Novel.

Diduga keras pembentukan tim gabungan itu untuk menyelamatkan Jokowi. Topik debat pertama antara lain penegakan hukum. “Terus terang sudah ada dalam note saya, tapi Pak Prabowo bilang jangan,” tutur Sandi.

Sebaliknya Jokowi menyerang Prabowo dengan pertanyaan soal adanya mantan napi koruptor (napikor) yang menjadi caleg Gerindra. Jokowi sendiri menentang keputusan KPU itu. Menurutnya menjadi caleg adalah hak semua warga negara. Sangat aneh ketika dia nekat menyampaikan pertanyaan itu ke Prabowo.

1 2 3Laman berikutnya
Tags

ARTIKEL TERKAIT

Back to top button
Close
Close