REMAJA

Rayah Liwa Bendera Persatuan Umat Islam

Reuni 212, yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), dihiasi dengan bendera berwarna-warni bertuliskan kalimat tauhid.

Tidak hanya bendera berwarna hitam dan putih. Pantauan CNNIndonesia.com, nampak bendera berwarna merah, merah muda, biru, kuning, dan hijau. Semua bendera itu bertuliskan kalimat tauhid berwarna putih. Bendera-bendera tersebut terdiri dari beberapa ukuran. Ada yang relatif besar, ada pula yang berukuran sedang. Bendera tauhid yang berwarna-warni memang nampak dibawa oleh massa reuni 212 kali ini. Akan tetapi, jumlah bendera tauhid yang berwarna hitam dan putih masih mendominasi. (CNN Indonesia)

Ini membuktikan bahwa liwa dan rayah sudah dikenal oleh umat sebagai bendera dan panji umat Islam. Ar-Rayah dan Al-Liwa adalah salah satu dari sekian banyak variasi bendera dan panji dalam Islam. Cirinya adalah warna dasar putih dan hitam. Panji penanda pasukan Nabi Muhammad SAW dinamai Rayat Al-Uqab atau Panji Elang dan warnanya polos. Namun kemudian seluruh panji hitam dari pasukan islam juga dinamai Al-Uqab. Bendera hitam seperti Al-Rayah diriwayatkan akan mengiringi kemunculan Imam Mahdi di akhir zaman.

Panji ( اللِّوَاءُ ) adalah sesuatu (kain) yang diikat dan dibelitkan di ujung tombak saat perang. Adapun, bendera ( الرَّايَةُ ) adalah, kain yang diikatkan di ujung tombak saat perang, maupun yang diikat diujung tiang di luar perang. Panji berfungsi untuk menunjukkan posisi pemimpin pasukan, sedang bendera dibawa oleh pasukan perang. Penjelasan Al-Liwa sebagai bendera negara Islam dan Ar-Rayah sebagai panji perang dijelaskan oleh beberapa hadis diantaranya: “Rayah Rasulullah Saw berwarna hitam dan Liwa beliau berwarna putih.” (HR Imam Tirmidzi dan Imam Ibn Majah dari Ibn Abbas), “Bahwa Nabi Saw masuk ke Mekah dan Liwa’ beliau berwarna putih.” (HR Imam An-Nasai dan At Tirmidzi), “Liwa Rasulullah Saw berwarna putih.” (HR. Ibn Abiy Syaibah).

Itu artinya Rayah dan Liwa ini adalah panji dan bendera Rasulallah Saw. yang akan menyatukan umat Islam. Artinya bendera ini adalah milik setiap muslim. Kita harus menjaganya bahkan menegakkannya. Sangat sulit saat ini untuk melindungi panji Rasulallah SAW. karena telah terbukti dengen pembakan Rayah kemarin kemarin bahwa tidak ada tindakan dari pemerintah. Bukan terkait benderanya yang dibakar saja tapi penistaan terhadap kalimat tauhid.

Menerapkan kalimat tauhid tersebut dalam kehidupan serta menerapkan hukum Syara’ akan membawa umat kepada jalan yang diridhai Allah SWT. Jika kita menerapkan hukum syara’ dibawah naungan Khilafah Islamiyah maka kalimat tauhid pasti akan terjaga. Diterapkannya hukum syara’ juga akan memenuhi segala kebutuhan umat saat ini mempersatukan umat dibawah kalimat “Lailaha illallah muhammadur-rasulullah”

Wallahu’alam bi Shawwab.

Ria Khairiyyah
Siswi MAS Plus Darul Hufadz
Rancaekek-Bandung

ARTIKEL TERKAIT

Back to top button
Close
Close