NASIONAL

Ribuan Warga Garut Turun ke Jalan Tolak LGBT

Garut (SI Online) – Ribuan warga Garut dari berbagai elemen melakukan aksi damai menolak Lesbian, Gay, Bikseksual, dan Transgender (LGBT), Jumat (12/10/2018).

Mereka melakukan longmarch dari depan Bunderan Simpang Lima melewati jalan Pembangunan, Jalan Pahlawan berakhir di depan Gedung DPRD Garut. Di tempat ini para peserta aksi kemudian berorasi secara bergantian meneriakan penolakan terhadap LGBT. Sampai berita Ini diturunkan aksi masih berlangsung.

Mamat Rahmat, M.Si, juru bicara ormas Garbi yang ikut dalam aksi tersebut, kemudian membacakan pernyataan sikap AKSI #GARUT TOLAK LGBT.

Mamat menyatakan, beberapa hari terakhir ini Garut digegerkan dengan isu LGBT yang merambah usia SMP dan SMA/sederajat. Mereka membentuk grup Facebook beranggotakan lebih dari 2000 akun pribadi.

“Kenyataan tersebut sangat meresahkan, dan itu bukan hanya masalah orang tua tetapi sudah menjadi masalah bersama, mulai dari elemen masyarakat maupun stakeholder yang ada di Kab.Garut,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Mamat, Gabungan Pemuda dan Pelajar Garut menyatakan sikap, pertama, mendesak DPRD Kabupaten Garut beserta Bupati dan Wakil Bupati Garut untuk menerbitkan Perda khusus terkait LGBT dan penyakit masyarakat lainnya.

Kedua, mendesak Bupati Garut untuk menyediakan sarana rehabilitasi pelaku LGBT.

Ketiga, mendesak Kapolres Garut supaya menerbitkan surat edaran kepada pemiliki kosan untuk melakukan pengawasan para penghuninya secara ketat.

Keempat, mendesak aparat keamanan untuk menindak, menertibkan dan menutup tempat-tempat yang terindikasi menjadi sarana perkumpulan komunitas serta aktivitas LGBT seperti warung remang-remang, tempat hiburan dan sebagainya.

Kelima, mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk mewajibkan sekolah mengadakan program pembinaan keagamaan khusus di luar jam pelajaran.

Keenam, mendesak Kominfo untuk mengawasi, memperketat dan memblokir konten LGBT yang beredar di media sosial.

Ketujuh, mendesak MUI Garut untuk menerbitkan fatwa MUI tentang bahaya LGBT lalu mensosialisasikannya kepada masyarakat luas.

Kedelapan, mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalan mencegah perbuatan LGBT dan perbuatan maksiat lainnya.

Dalam kesempatan itu, Mamat pun mengungkapkan bahwa sebagaimana yang dilaporkan KPA Kabupaten Garut, jumlah gay di Garut sebanyak 3.300 orang. Dari sejumlah itu dilaporkan 40 orang terjangkit HIV.

“Masyarakat Garut yang notabene mayoritas umat Islam tentunya sangat menolak keberadaan penyakit LGBT di mana pun berada,” tegasnya.

Islam, lanjutnya, agama yang selaras dengan fitrah kemanusiaan dan menempatkan perlindungan terhadap keturunan (hifzhun nasl) yaitu melalui lembaga pernikahan antara laki -laki dan perempuan.

sumber: porosgarut

ARTIKEL TERKAIT

Close