SURAT PEMBACA

Sekularisme dan Gaya Hidup Hedonis Remaja

Pelacuran skala internasional dalam situs Cinderella Escorts akhir-akhir ini cukup mengejutkan media sosial. Bagaimana tidak, keterlibatan para gadis-gadis Indonesia yang melelang keperawanannya dengan harga tertinggi menjadi berita yang sangat menyesakkan dada.

Lelang keperawanan, menambah potret buram gambaran generasi muda saat ini. Begitu mudahnya generasi muda sekarang terjebak dalam perbuatan maksiat seperti narkoba, kekerasan, pergaulan bebas yang melanggar norma-norma kehidupan.

Hal ini bukan tanpa sebab, bagaimana tindakan tersebut terjadi ?

Sebuah idealitas yang semu yaitu orientasi hidup hanya pada kesenangan duniawi semata (Hedonisme) yang telah merasuki pikiran sebagian generasi saat ini.

Dimana remaja merupakan sosok yang secara psikologis berada dalam masa transisi menuju kematangan berpikir, emosi, dan kematangan untuk bisa mengidentifikasi dirinya sendiri, baik secara individu ataupun secara sosial (jati diri). Sehingga rentan sekali disusupi dengan pandangan yang secara visual mempengaruhi pemahaman mereka. Salah satunya adalah paham hedonisme yang menjadi racun berbahaya terutama bagi generasi muda saat ini.

Bagaimana kasus pelelangan keperawanan terjadi adalah akibat tuntutan gaya hidup, hanya untuk kesenangan dan hura-hura semata, seperti ingin memiliki handphone, mobil, motor, foya-foya dan kemewahan glamour lainnya mereka rela menggadaikan dan menjual keperawanannya. Naudzubilahiminzalik.

Paham hedonisme tak lepas dari paham sekuler kapitalisme sebagai biang keroknya. Pemahaman sekulerisme yang lahir dari kapitalisme telah memisahkan peran agama dalam kehidupan bahkan menjadikan manusia bebas tanpa batas. Paham sekularisme, telah menghilangkan identitas keislaman yang semestinya melekat pada pemuda dan remaja saat ini. Sebagian generasi muda sekarang lebih mengekor budaya barat yang sekularistik.

Paham sekularisme ini telah mengubah cara pandang manusia terutama para remaja tentang makna kebahagiaan yang hakiki. Dalam sistem sekuler kapitalisme ini menjadikan kebahagiaan itu adalah mencari materi sebanyak-banyaknya yang disebut sebagai ide matrealisme. Sehingga wajar dengan pemahaman tersebut manusia mengejar kemewahan materi padahal kesenangan itu semu dan hanya sesaat.

Inilah strategi Barat untuk menghancurkan kaum muslimin dengan paham hedonisme yang ternyata ampuh menjauhkan kaum muslimin terutama para generasi muda dari aqidahnya.

Sudah saatnya kaum muslimin khususnya generasi muda untuk meninggalkan paham sekularisme yang terbukti membawa kerusakan. Sungguh generasi-generasi muda yang unggul dan berkualitas yang memiliki tanggung jawab dan pemberani hanya bisa terealisasi apabila kaum muslimin kembali pada ajaran Islam.

Wallahu a’lam

Selvi Sri Wahyuni Spdi.
Muslimah Peduli Generasi, Bogor

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: