INTERNASIONAL

Selama 2018, Korban Syahid Palestina oleh Israel Sebanyak 5011 Orang

Gaza (SI Online) – Tahun 2018 tercatat adanya peningkatan terkait jumlah syuhada dan para tawanan Palestina jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Sebaliknya, aksi balasan juga tak kalah sengitnya dilakukan rakyat Palestina sebagai reaksi atas pelanggaran dan kejahatan meski mengalami inflasi penurunan tingkat kemampuan ekonomi regional maupun internasional.

Pusat Studi Kajian Israel dan Palestina di Al-Quds pada Rabu (2/1/2019) mengungkapkan, seiring dengan berakhirnya tahun 2018 dan datangnya tahun baru 2019 masehi, maka jumlah syuhada yang gugur akibat kejahatan zionis mencapai 343 orang.

Sementara itu, jumlah anak-anak yang menjadi korban pembunuhan serdadu zionis mencapai 72 orang dan tujuh wanita yang terbunuh selama tahun ini.

Pusat Kajian Tawanan menunjukkan, 25 syuhada yang meninggal selama tahun 2018, hingga kini jenazah mereka masih ditahan pemerintah zionis, belum diserahkan ke pihak keluarga.

Demikian juga dengan para tujuh syuhada dari kalangan yeng berkebutuhan khusus (cacat) yang ditembak zionis selama tahun 2018. Di sisi lain, tujuh tawanam yang meninggal akibat penahanan atau setelahnya. Seperti disebutkan, Pusat Kajian Tawanan Al-Quds mengatakan, 18 tawanan yang gugur selama proses penangkapan faksi perlawanan dan 41 syuhada gugur akibat tembakan rudal zionis di sejumlah tempat di Jalur Gaza.

Selain itu, tentara zionis juga membunuh sejumlah nelayan dengan menembaki perahu mereka selama tahun 2018. Enam nelayan gugur syahid selama tahun tersebut.

Selama tahun 2018 digelar aksi kepulangan di sejumlah perbatasan timur Gaza. Akibatnya, 218 orang gugur syahid oleh tentara zionis, termasuk dua wartawan dan tiga kru medis.

Menurut daftar para syuhada yang dicatat Pusat Kajian Tawanan Al-Quds menyebutkan, Mossad Israel telah membunuh seorang ilmuwan Palestina, Fadi al-Batsh saat ia berada di Malaysia.

Secara ringkas, menurut catatan Pusat Kajian Al-Quds bahwa, selama tahun 2018 korban syahid akibat zionis mencapai 5.011 orang, termasuk didalamnya 358 anak-anak, 128 perempuan dan tujuh 7 aleg Palestina.

Al-Quds adalah wilayah terbanyak kasus penangkapan selama tahun 2018 ini, sebagaimana laporan dari tim di lapangan.

sumber: infopalestina

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Close
Close