TELADAN

Sikap Muslim Hadapi Musibah

Sedih, perih. Mungkin kata-kata itu yang dapat mewakili duka bangsa ini akibat musibah yang datang bertubi-tubi. Belum reda duka gempa Lombok muncul duka baru yaitu gempa Palu dan yang menjadi puncaknya yaitu musibah tsunami di Banten yang memakan banyak korban. Lebih dari 400 korban meninggal dan ratusan lainnya hilang. Hakikat dari musibah ini harus kita pahami betul. Sebagai Muslim kita harus menyikapi musibah sesuai dengan tuntunan syariah.

Secara umum musibah ada dua macam. Pertama: Musibah faktor alam yang merupakan sunnatullah yang tak mungkin ditolak. Seperti musibah gempa bumi, tsunami, gunung meletus dll. Diantara adab dalam menyikapi qadha ini adalah dengan sikap ridha dan sabar. Bagi kaum muslimin musibah ini merupakan ujian dari Allah SWT, sebagaimana Firman Allah dalam Q.s Al-Baqarah: 155. Musibah apapun yang menimpa seorang muslim merupakan jalan untuk penghapusan dosanya.

“Tidaklah seorang Muslim tertimpa musibah hingga tertusuk duri kecuali Allah pasti menghapus dosa-dosanya”.

Kedua: Musibah yang disebabkan oleh kemaksiatan dan pelanggaran manusia terhadap aturan Allah SWT. Terutama yang dilakukan oleh para pemimpin berupa tindakan zalim. Dalam hal ini Allah SWT berfirman dalam Q.s ar-Rum : 41. Misalnya musibah banjir, bisa jadi disebabkan karena manusia telah melakukan kemaksiatan dan pelanggaran. Seperti pelanggaran penggundulan hutan.

Contoh lain yaitu kemiskinan yang menimpa bangsa ini ditengah kekayaan yang dimiliki negeri ini yang melimpah. Jelas, kemiskinan ini disebabkan rezim ini secara zalim menyerahkan sebagian kekayaan negeri ini kepada pengusaha swasta atau bahkan kepada pengusaha asing. Sebab lain yaitu karena negeri ini terjerat hutang ribawi. Saat ini hutang negeri ini nyaris menyentuh Rp5.000 triliyun dengan bunganya lebih dari Rp100 triliyun akibatnya pendapatan negeri ini yang seharusnya bisa untuk mengatasi musibah kemiskinan negeri ini, terpakai untuk membayar utang ribawi tersebut.

Demikian pula musibah lain. Seperti maraknya perzinaan dan LGBT. Musibah ini lalu mengakibatkan bencana lain yaitu penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Yaitu penyakit HIVAIDS.

Maraknya kemaksiatan riba dan perzinaan bisa jadi merupakan penyebab datangnya azab Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

1 2Laman berikutnya
Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close