REMAJA

Stop LGBT, Ayo Kembali pada Fitrah Manusia

Sangat miris ketika mendengar berita-berita makin maraknya lgbt dan pelakunya pun ternyata masih berusia dini sekitar sembilan tahun ke atas. Miris banget, pada usia remaja yang pada hakikatnya adalah masa pencarian jati diri dan bakat malah diisi oleh aktivtas seksual yang bebas dan tidak bertanggung jawab. Malah lebih parah lagi terjerumus kedalam aktifitas penyimpangan seksual LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) yang jelas jelas adalah bukan fitrah manusia.

Di kutip dari Kompas.com (6/10/2018), di daerah Garut ada grup FB gay siswa SMP-SMA. Setelah diselidiki oleh Dandim 0611 Garut Letkol Inf Asraf Azis pun mengaku memantau dan telah melihat postingan-postingan dari pada anggota grup FB tersebut. Yang ternyata isinya menurut Dandim sangat menjijikan dan anggota grup tersebut sudah mencapai 2600 orang lebih, Astagfirullah. Tak hanya di Garut, bahkan di daerah Cilegon, Bandung, Karawang, Tasikmalaya, Cianjur, Cirebon, Kuningan, dan Sukabumi, jumlahnya ratusan sampe ribuan. Wak itu sih miris bin gawat.

Mengapa kok ini bisa terjadi? Hal ini bisa terjadi mungkin karena kesalahan pendidikan baik di dalam maupun di luar rumah. Misalnya di dalam rumah, bisa jadi ada orang tua yang memperlakukan anak gadis wanitanya seperti memakaikan pakaian seperti laki-laki begitupun sebalik nya. Di luar rumah, bisa jadi karena pengaruh lingkungan, pergaulan, bacaan maupun tontonan seputar LGBT yang terus dikonsumsi. Apalagi sekarang kita bisa dengan mudahnya mengakses jaringan internet. Sehingga pelaku LGBT dapat lebih mudah menyebarkan virus dan menularkan perilaku bejadnya kepada anak-anak baik sekalipun.

Ini ga bisa dibiarkan dan kita ga bisa sepenuhnya menyalahkan orang tua dan dinas pendidikan. Lebih dari itu, ini juga jadi tanggung jawab pemerintah, aparat penegak hukum, ulama dan tanggung jawab bersama.

Perilaku menyimpang ini harus diberantas yakni dengan aturan Islam yang dapat memberantas LGBT yang dengan tegas menyatakan haram terhadap sikap LGBT ini. Islam juga telah mengatur agar perilaku menyimpang ini tidak berkembang yaitu dengan aturan menutup aurat, pelarangan adanya aktivitas zina dan pacaran, larangan video porno untuk beredar dan ditonton, memisahkan tempat tidur dan selimut bagi yang sudah baligh, tidak boleh tidur satu selimut meskipun dengan sesama jenis, larangan mandi bareng meski sesama jenis, dan cara berpakaian pun bagi laki laki tidak boleh menyerupai perempuan begitu pun sebaliknya.

Aturan Islam di atas insyaallah sempurna dan mudah dilakukan. Para pelaku LGBT pun akan berusaha dirangkul namun akan tetap didakwahi dan disembuhkan juga ditindak tegas agar aktivitas tersebut berhenti dan tidak menyebar. Sudah saatnya pemerintah dan kita semua ikut peduli dan membasmi penyebaran virus bahaya LGBT dengan serius karena jika dibiarkan akan senantiasa terus berkembang dan mengancam generasi. Ayo selamatkan generasi.

Siti Alsih
Pelajar, Tinggal di Bandung

ARTIKEL TERKAIT

Close