#Pilpres 2019OPINI

Suara Langit untuk Prabowo

Amien Rais mengatakan doa Kyai Maimoen Zubair untuk Prabowo yang beliau lantunkan di samping Jokowi, adalah takdir Yang Maha Kuasa. Tentu saja pendapat ini seratus persen benar. Di dalam keyakinan Islam, tidak satu hal pun yang terjadi tanpa pengaturan Allah SWT.

Karenanya, upaya untuk meralat doa yang tertukar itu menjadi tidak relevan. Boleh dibilang ‘absurd’. Doa adalah apa-apa yang tersimpan di hati. Kalau doa yang telah direncanakan dengan baik tetapi terucapkan lain, tidaklah harus disikapi dengan perasaan negatif. Tidak pula harus disusul dengan perilaku yang dinilai oleh banyak orang sebagai tindakan yang ‘melanggar kesopanan’ untuk Kyai senior sekaliber Mbah Moen.

Tindakan yang dianggap tak sopan itu terjadi ketika Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (Romi) mengikuti Mbah Moen masuk ke kamar pribadinya. Kemudian, Pak Romi meminta Mbah Moen berbicara yang intinya menyatakan dukungan kepada Jokowi. Romi melakukan swarekam dan tersebar di dunia maya. Kalangan santri dikatakan marah terhadap tindak-tanduk Romi yang dianggap tidak hormat kepada Mbah Moen.

Romi dibully banyak netizen. Macam-macam komentar tentang Ketua Umum PPP ini. Pada dasarnya publik menyesalkan cara Romi ‘mengejar’ Mbah Moen sampai ke kamar pribadinya.

Sebetulnya, masalah doa salah ucap itu sederhana saja. Tidak rumit. Ada acara Sarang Berzikir, Jumat (01/02/2019). Pak Jokowi hadir dan duduk bersebelah dengan Kyai Maimoen. Kertas doa sudah disiapkan Kyai yang sangat dihormati itu. Beliau simpan di dalam saku bajunya.

Tibalah saat acara akan ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Mbah Moen. Doa ini dimaksudkan untuk kesuksesan Pak Jokowi terpilih kembali menjadi presiden kedua kali. Setelah selesai sederetan ‘iftitah’ (pembuka) doa, sampailah ke kalimat-kalimat kunci. Yaitu, kalimat doa untuk Jokowi.

Diperkirakan, nama Jokowi tertulis di kertas yang berwarna kuning itu. Tetapi, entah bagaimana dengan kuasa Allah, Mbah Moen menyebut lebih-kurang “…Pemimpin ini, presiden ini, Pak Prabowo, jadikanlah ia terpilih kedua kalinya.”

Romi memang memberikan penjelasan yang masuk akal. Doa dalam bahasa Arab itu aslinya dimaksudkan untuk Pak Jokowi. Logis apa yang dikatakan oleh Romi. Karena memang ada tertera dan tersebut kata “dua kali”. Tentu yang dimaksudkan adalah Jokowi.

1 2Laman berikutnya
Tags

ARTIKEL TERKAIT

Back to top button
Close
Close