AKIDAH

The Power of Tawakal

“Keadaan orang yang bertawakal kepada Allah adalah seperti keadaan bayi dengan ibunya.”(Imam Al-Ghozali)

Begitulah Imam Ghozali mengibaratkan orang yang bertawakal kepada Allah seperti bayi yang menyerahkan segala urusannya hanya kepada ibunya. Ibunyalah yang peŕtama kali ia pikirkan saat ia butuh, orang yang ia yakini akan menyelesaikan segala urusannya.

Begitu pun kita sebagai hamba Allah, haruslah senantiasa bertawakal kepada-Nya. Tidak meragukan Allah sedikit pun dan yakin bahwa Allah akan mencukupkan kebutuhan kita, seperti dalam firman-Nya:

“Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”(QS. At-Talaq 65: Ayat 3)

Dan diriwayatkan dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda, “Jika kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberikan rezeki kepada kalian, sebagaimana Allah telah memberi rezeki pada burung. Burung itu pergi dengan perut kosong dan kembali ke sarangnya dengan perut penuh makanan.” (HR. Al-Hakim)

Begitulah dahsyatnya arti tawakal. Sebenarnya tawakal sendiri berasal dari kata tawakalun yang artinya wakil atau menjadikan pihak lain sebagai wakil/sandarannya. Jadi tawakal adalah berserah diri, menyerahkan/mewakilkan/mempercayakan urusan kita kita hanya kepada Allah, tidak kepada manusia atau kepada hal lainnya.

Agar kita bisa menghadirkan sifat tawakal ini ke dalam diri kita, tentunya harus memiliki iman yang teguh karena ini berkaitan satu sama lain. Dengan iman kepada Allah, akan tercipta keikhlasan menjalankan syariat -Nya, ikhlas menerima segala keputusan Allah meskipun terasa tidak menyenangkan bagi kita.

1 2Laman berikutnya
Tags
Back to top button
Close
Close