AKIDAH

Ujian Allah Pengantar Hidayah

Kebanyakan orang menemukan hidayah, tatkala hatinya sedang tunduk. Remuk redam dengan suatu musibah yang sedang menimpanya. Mematahkan semua kesombongannya, meluluh lantakkan ketidak peduliannya selama ini terhadap Allah dan syari’atNya serta sesama.

Ketika ia sudah diatas jurang kehancuran, Allah Ta’ala tarik tangannya, lalu Dia tuntun dengan kelembutan dan kasih sayangNya, seharusnya kehidupannya sudah hancur berkeping keping, jiwanya berantakan, hampir putus asa jasad melayang, akan tetapi ia kembali ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Ta’ala yang Maha Rahman, berfirman:

مَآ أَصَابَ مِنْ مُّصِيبَةٍ فِى الْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ أَنْ نَّبْرَأَهَآ  ۚ  إِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah” (QS. Al-Hadid 57: Ayat 22)

لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَآ ءَاتٰىكُمْ  ۗ  وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,” (QS. Al-Hadid 57: Ayat 23)

Betapa semestinya lisan ini tiada pernah berhenti bertasbih, bersyukur baik lisan terlebih amal,  tiada henti sampai ajal menjemput, karena tidak ada satu detikpun nafas mengalir disetiap kejadian ruang dan waktu tanpa pertolongan dan kasih sayang Yang Maha Rahman.

Bisa jadi setiap peristiwa yang membawa duka dan lara sebagai perantara menuju genggaman Allah Ta’ala. Allah panggil dengan seruan tanda cinta yang terkadang disalah artikan, namun langkah sabar tiada henti menapaki segala peristiwa karena niat ikhlas mengharap ridhoNya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

واعلم أن النصر مع الصبر ، وأن الفرج مع الكرب ، وأن مع العسر يسرا

“Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan itu akan datang kemudahan.” (Hadits riwayat Abdu bin Humaid di dalam Musnad-nya dengan nomor 636, Ad Durrah As Salafiyyah hal. 148)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggambarkan kepada umatnya bahwa kesabaran itu bak sebuah cahaya yang panas. Dia memberikan keterangan di sekelilingnya akan tetapi memang terasa panas menyengat di dalam dada.

Dalam sebuah hadits qudsi riwayat Muslim dari ‘Iyaadh bin Hamaar. Dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ‘Allah ta’ala berfirman: Sesungguhnya Aku mengutusmu dalam rangka menguji dirimu. Dan Aku menguji (manusia) dengan dirimu.’ Maka hakikat pengutusan Nabi ‘alaihish shalaatu was salaam  adalah menjadi ujian. Sedangkan adanya ujian jelas membutuhkan sikap sabar dalam menghadapinya.

Wallahu a’lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close