TELADAN

Untukmu Sang Pejuang

Jalan perjuangan selalu dirintis oleh orang-orang yang berilmu, dikerjakan oleh orang-orang yang ikhlas, dan dimenangkan oleh orang-orang yang berani. (Ustadz Ismail Yusanto)

Menjadi seorang pejuang, apa yang ada di benak dan pikiran kita ketika mendengar kata itu. Sebuah kata yang sungguh berat untuk dilakukan karena banyaknya pengorbanan disana. Tenaga termasuk cucuran keringat dan airmata yang harus mengalir deras, harta, pikiran, keluarga bahkan yang paling terburuk pengorbanan nyawa sekalipun harus menjadi taruhannya. Sungguh bukanlah jalan hidup yang tidak mudah . Karena menjalani hidup saja sudah susah apalagi harus menjadi seorang pejuang

Jalan perjuangan sungguh sangatlah berat, Kenapa? Karena hanya orang pilihan yang sanggup melaksanakannya. Karena dakwah adalah jalan hidup yang dilakukan oleh para nabi dan rosul hampir disepanjang hidupnya dengan beratnya segala tantangan dan rintangan yang harus mereka lalui. Jalan perjuangan yang surat tugasnya langsung dari langit dan tidak semua orang sanggup mengemban amanah risalah langit ini.

Menjadi seorang pengemban dakwah dan menjadikan dakwah sebagai poros hidup dan jalan perjuangan sungguh sangatlah hebat apalagi pada kondisi saat ini di akhir zaman dengan semakin hebatnya fitnah yang terjadi. Dibutuhkan keilmuan, keikhlasan dan keberanian yang harus terus menerus di tingkatkan karena semakin beratnya tantangan dan rintangan yang menghadang di depan mata.

Memperjuangkan dan menyuarakan kebenaran malah yang ada diperkusi seperti yang terjadi pada ulama, nahi mungkar (mencegah kemungkaran) terhadap kemaksiatan yang merajela seperti LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) dengan menyampaikan itu adalah penyimpangan dan harus segera dihentikan malah dianggap sebagai pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) dan tidak melindungi minoritas. Yang terbaru ketika keimanan kita diuji dengan adanya pembakaran panji tauhid, duniapun mengecam, tapi pembelaan terhadapnya malah dianggap mengancam.

Kebenaran dan kemaksiatan semakin tertukar kedudukannya, yang benar dipersekusi yang maksiat dipuji. Tidak adanya batasan yang jelas dan nampak antara yang hak dan batil. Semua tertutupi dan terbalik. Orang jujur dianggap berbohong dan orang berbohong malah dianggap jujur. Semakin tampak dan jelaslah seperti apa yang disampaikan oleh Rosululloh Shallohu ‘Alayhi Wasallam

“Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu orang bohong ianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Penghianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu orang “Ruwaibidhah” berbicara. Ada yang bertanya, “Siapa Ruwaibidhah itu” Nabi menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum”(HR. Hakim)

Betapa bukanlah jalan kemudahan menjadi seorang pejuang yang mengemban risalah langit dipundaknya, dibutuhkan keilmuan,keikhlasan dan keberanian yang luar biasa untuk mendedikasikan seluruh kemampuan diri untuk persembahan terbaik di jalan ini. Hanya orang-orang terpilih saja yang membersamai. Karena persekusi bahkan ancaman mati bukanlah sesuatu hal yang aneh lagi.

Sungguh beruntung ketika diri telah mengazzamkan dengan sepenuh hati menjadi bagian dari sekumpulan orang pilihan ini yang sanggup menjalankan amanah risalah langit ini dengan keilmuan,keihlasan dan keberanian yang dikerahkan dan dipersembahkan terbaik di jalan perjuangan ini. Tiada ketakutan di hati karena selalu ada ada Allah di sisi. Semua dilakukan hanya demi satu tujuan mengharapkan keridhoan dariNya di Yaumul Akhir nanti.

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad :7)

[Sahilatul Hidayah]

Tags

ARTIKEL TERKAIT

Back to top button
Close
Close