#Save UyghurSURAT PEMBACA

Uyghur dan Kebutuhan Kaum Muslim pada Khilafah

Lagi-lagi duka menyelimuti kaum muslim di Cina. Uyghur, salah satu etnis minoritas di Cina kembali mendapat tindakan tak manusiawi oleh pihak pemerntah karena kemusliman mereka.

Sebagaimana dilansir Republika.co.id, sejak awal 2017, orang-orang Uighur telah mengalami rezim keamanan yang semakin ketat. Termasuk pos-pos pemeriksaan bersenjata dan jalan-jalan yang dipenuhi dengan cctv yang dilengkapi dengan pengenalan wajah. Para ahli dan kelompok hak asasi manusia percaya sekitar sejuta orang Uighur laki-laki kebanyakan ditahan di kamp-kamp internir rahasia di seluruh provinsi di Cina.

Sementara pada Agustus 2018, sebuah komite PBB mendapat laporan bahwa hingga satu juta warga Uighur dan kelompok muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat, dan di sana mereka menjalani apa yang disebut program ‘reedukasi’ atau ‘pendidikan ulang’. (detik.com)

Xinjiang merupakan wilayah administrasi Cina yang terbesar. Mayoritas penduduknya adalah etnis Uighur yang beragama Islam. Bagi warga Uighur, Islam adalah bagian penting dari kehidupan dan identitas mereka. Wilayah ini sempat memerdekakan diri dengan nama Negara Turkestan Timur, namun tak lama usianya. Di tahun 1949, tahun yang sama dengan kemerdekaannya, Xinjiang secara resmi menjadi bagian dari Republik Rakyat Cina yang berhaluan komunis.

Seiring berjalannya waktu, Uighur menjadi bulan-bulannan pemerintah Cina dengan dakwaan ‘kegiatan agama ilegal’ dan ‘separatisme’. Bahkan untuk penamaan saja ketika etnis Uighur menggunakan nama islami untuk anak-anak dianggap sebagai sikap bermusuhan, separatis, atau teroris. Sementara jika menggunakan nama Barat dianggap sebagai hal yang trendi.

Setelah berbagai tindakan diskriminasi diterima oleh minoritas kaum muslim di Myanmar dan Filipina, kisah pilu minoritas kaum muslim seakan dilengkapi dengan derita etnis Uighur di Cina. Di mana para penggiat HAM yang selalu berkoar ketika kaum Sodom masa kini ditolak oleh sebagian kelompok muslim? Seakan lidah mereka kelu untuk memberikan pembelaan. Di mana pula para penguasa muslim yang mempunyai sederet senjata canggih dengan ribuan anggota militernya? Mengapa tak ada pembelaan bagi mereka yang tertindas? Mata mereka seakan mendadak buta, telinga mereka tuli, dan langkah mereka berat untuk memberikan pertolongan, perlindungan, dan penyelamatan terhadap saudara muslim mereka.

1 2Laman berikutnya
Tags

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

Close
Back to top button
Close
Close